Menu

Mode Gelap
KONI Agam Siapkan Rp3,4 Miliar untuk Hadapi Porprov XVI 2026 Aplikasi Cek Pemilih Pilwana Pasaman Barat Diluncurkan, Warga Diminta Pastikan NIK dan TPS Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar Kader Kesehatan Padang Dilatih Percepat Temuan Kasus TBC Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

News

Update Gempa NTT Malam Ini: Korban Meninggal Capai 38 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Update Gempa NTT Malam Ini: Korban Meninggal Capai 38 Orang, Ribuan Warga Mengungsi Perbesar

Covesia.co.id — Korban akibat gempa bumi 7,7 SR di utara Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah.

Hingga Sabtu (15/8/2026) malam, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 38 orang. Sementara belasan lainnya mengalami luka-luka dan lebih dari 2.000 warga mengungsi ke lokasi yang dinilai aman.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.58 WIB. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah NTT dan memicu kepanikan masyarakat. Terutama di kawasan yang berada dekat dengan pusat gempa.

Berdasarkan data yang beredar hingga malam ini, korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kabupaten. Rinciannya, 17 orang di Manggarai Timur, 16 orang di Manggarai, tiga orang di Sikka, satu orang di Ende dan satu orang di Manggarai Barat.

Selain korban meninggal, terdapat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Lebih dari 2.000 warga juga dilaporkan memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

Gempa tersebut disebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Sebuah sistem sesar aktif yang membentang di wilayah utara Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Flores.

Badan Geologi sebelumnya menjelaskan bahwa sesar tersebut merupakan salah satu sumber gempa aktif di kawasan tersebut.

Dampak gempa tidak hanya dirasakan dari sisi korban jiwa. Sejumlah akses transportasi dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan.

Di wilayah Nagekeo dan Sikka, akses darat menuju kawasan terdampak disebut terganggu akibat longsor.

Pemadaman listrik serta gangguan jaringan komunikasi juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas transportasi. Beberapa bandara mengalami kerusakan pada bagian terminal, meski landasan pacu masih disebut dapat digunakan.

Sejumlah fasilitas pelabuhan penyeberangan juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kerusakan bangunan dilaporkan meliputi rumah warga, tempat ibadah, gudang serta sejumlah fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Kondisi tersebut membuat proses evakuasi dan pendataan korban menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Sementara itu, operasi penanganan darurat terus dilakukan. Tim Basarnas, TNI dan Polri dikerahkan bersama unsur pemerintah daerah untuk melakukan pencarian, evakuasi dan pertolongan terhadap warga terdampak.

Kekuatan personel juga diperkuat dengan dukungan sarana transportasi udara dan laut untuk menjangkau wilayah yang akses daratnya mengalami gangguan.

Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait juga mulai mengaktifkan dukungan kemanusiaan. Kementerian Sosial menyiagakan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), dapur umum serta layanan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Di sektor kesehatan, penanganan darurat juga diperkuat dengan aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) serta koordinasi pelayanan medis untuk memastikan korban luka mendapatkan penanganan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Aplikasi Cek Pemilih Pilwana Pasaman Barat Diluncurkan, Warga Diminta Pastikan NIK dan TPS

1 September 2026 - 17:14 WIB

Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar

1 September 2026 - 16:50 WIB

Kader Kesehatan Padang Dilatih Percepat Temuan Kasus TBC

1 September 2026 - 16:38 WIB

Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang

1 September 2026 - 13:34 WIB

Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

1 September 2026 - 11:42 WIB

Trending Topik News