Covesia.co.id – Tiga jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang sebelumnya rusak akibat bencana banjir pada 2024, kini telah selesai dibangun dan kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ketiga jembatan tersebut yakni Jembatan Gantung Koto Rawang di Kecamatan IV Jurai, Jembatan Gantung Limau Gadang-Batu Kunik di Nagari Lumpo, serta Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Pembangunan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat.
Kepastian rampungnya pembangunan disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat meninjau Jembatan Gantung Koto Rawang bersama Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Kamis (20/8/2026).
“Dari lima jembatan gantung yang diusulkan, alhamdulillah tiga jembatan sudah bisa kita realisasikan. Salah satunya yang sekarang kita kunjungi adalah Jembatan Gantung Koto Rawang,” kata Andre.
Jembatan Gantung Koto Rawang memiliki panjang sekitar 100 meter dan telah dibangun sejak awal 2026.
Jembatan tersebut kini dapat digunakan kendaraan roda dua. Dalam kondisi darurat, akses tersebut juga masih memungkinkan dilalui kendaraan ambulans.
“Kalau untuk selalu dilewati kendaraan, kami khawatir umur jembatan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Untuk kasus emergency, seperti ambulans, masih bisa lewat,” ujar Andre.
Selain Koto Rawang, Jembatan Gantung Limau Gadang-Batu Kunik memiliki bentang sekitar 80 meter dengan lebar jalur 1,8 meter. Sementara Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok memiliki bentang sekitar 100 meter dengan lebar jalur yang sama.
Ketiga jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju sekolah, fasilitas kesehatan, mengangkut hasil pertanian, hingga menunjang kegiatan ekonomi.
Kepala Dinas PUPR Pesisir Selatan Jaferi mengatakan keberadaan tiga jembatan tersebut sangat penting untuk mengembalikan konektivitas masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana.
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Pesisir Selatan.
Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi mengharapkan masyarakat ikut menjaga jembatan yang telah dibangun agar dapat bertahan sesuai umur rencana dan terus memberikan manfaat bagi warga.
Andre menyebut pembangunan tiga jembatan tersebut merupakan bagian dari lima jembatan gantung yang sebelumnya diusulkan untuk dibangun di Pesisir Selatan. Dua jembatan lainnya ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026.
“Ini menunjukkan bukti bahwa pemerintah Presiden Prabowo hadir bersama melalui Kementerian PU untuk membangun jembatan yang sudah rusak sejak tahun 2024,” kata Andre.
Dengan selesainya tiga jembatan tersebut, masyarakat di sejumlah kawasan Pesisir Selatan kini kembali memiliki akses penghubung yang lebih aman dan mudah. Pemulihan infrastruktur itu sekaligus menjadi bagian dari proses rehabilitasi kawasan yang terdampak bencana 2024. (*)










