Covesia.co.id – Polda Sumbar memastikan siswa R, pelaku peledakan bom rakitan di MAN 3 Padang tidak ada hubungan dengan kelompok radikal maupun terorisme. Hingga Rabu (15/7/2026), siswa R masih berstatus diamankan dan akan menjalankan rehabilitasi.
Keputusan Rehabilitasi siswa R ini setelah Polisi melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan 7 orang saksi yang terdiri dari Guru, Satpam dan pelapor.
“Saat ini status pelaku masih diamankan, berdasarkan atas petunjuk bapak kapolda, kita fokus pada rehabilitasi pada pelaku, karena pelaku juga korban dalam perkara ini,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, Rabu (15/7/2026).
Susmelawati mengatakan, untuk modus pelaku hingga saat ini murni korban bullying dari teman sekelasnya. Namun, melampiaskan kemarahannya dengan cara yang salah.
“Kami tegaskan pelaku tidak ada hubungan dengan jaringan terorisme, ini murni akibat bullying dari teman sekelasnya,” ujar Susmelawati.
Dikatakan, pasca kejadian kemarin, petugas telah mengumpulkan 19 item yang mana terdiri dari empat bom rakitan dan satu bom sudah diledakan. Dari keterangan pelaku, dia mempelajari merakit bom melalui media sosial secara otodidak.
“Dia rangkai sendiri bahan-bahan tersebut dengan mempelajari melalui internet. Penyidik juga telah memintai keterangan terhadap orangtuanya, hingga saat ini pemeriksaan masih berlanjut,” katanya.
Terakhir Susmelawati mengatakan ini penyidik masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemeriksaan terhadap pelaku peledak bom. Termasuk pendampingan untuk menormalkan kembali psikologis pelaku yang telah labil akibat bulliying. (*)










