Menu ✖

Mode Gelap
Mancing Berujung Petaka, Satu Warga Kerinci Hanyut di Sungai Sangir Solsel GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KA Pariaman Ekspres Kini Singgah di Shelter Kampung Jua Mahyeldi Imbau Masyarakat Sumbar Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga 10 November Reaktivasi Jalur KAI Sumbar, Vagub Vasko: Pemprov Siap Bantu Sosialisasi ke Masyarakat Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Padang, Dua Pria Ditangkap Tiga Kali Masuk Penjara, Pria di Sijunjung Kembali Ditangkap Kasus Curanmor

Sport

Seminggu Pasca Gempa Kembar Venezuela, Korban Tewas Hampir 2.000 Jiwa, 40 ribu Hilang

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Seminggu Pasca Gempa Kembar Venezuela, Korban Tewas Hampir 2.000 Jiwa, 40 ribu Hilang Perbesar

Covesia.co.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Sepekan pasca kejadian, otoritas setempat mencatat hampir 2.000 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 10.000 warga mengalami luka-luka dan sekitar 15.000 orang terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut. Sedangkan pihak oposisi menyebutkan 40 ribu jiwa masih hilang dan tidak diketahui keberadaannya.

Di tengah meningkatnya jumlah korban, pemerintah Venezuela menyampaikan bahwa intensitas dan frekuensi gempa susulan mulai menurun. Kondisi itu memungkinkan tim penyelamat memperluas operasi pencarian korban serta mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan kawasan pesisir La Guaira menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Meski demikian, hampir 20.000 warga berhasil dievakuasi dan diselamatkan sejak operasi tanggap darurat dimulai.

“Penurunan frekuensi dan kekuatan gempa susulan merupakan perkembangan yang menggembirakan. Namun, masyarakat tetap harus waspada karena ancaman belum sepenuhnya berakhir,“ ujar Jorge Rodriguez, Rabu (1/7/2026)

Pemerintah belum merilis angka resmi mengenai jumlah warga yang masih hilang. Namun, kelompok oposisi mengklaim lebih dari 40.000 orang hingga kini belum diketahui keberadaannya dan masih dalam proses pencarian.

Bencana tersebut dipicu oleh dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari satu menit. Guncangan dahsyat merobohkan ribuan bangunan, merusak jalan, jembatan, rumah sakit, serta melumpuhkan sebagian fasilitas di bandara internasional utama Venezuela.

Operasi penyelamatan kini melibatkan tim SAR dari lebih dari 50 negara yang bekerja sama dengan personel Venezuela untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan. Sejumlah negara dan organisasi kemanusiaan internasional juga terus mengirimkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, tenda pengungsian, air bersih, hingga peralatan penyelamatan.

Di sisi lain, pemerintah yang dipimpin Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez terus mengoordinasikan distribusi bantuan dan komunikasi publik selama masa tanggap darurat. Sementara itu, situasi politik tetap menjadi sorotan setelah pemimpin oposisi Maria Corina Machado, yang kini berada di Panama, menyatakan akan kembali ke Venezuela setelah situasi memungkinkan.

Meski aktivitas masyarakat mulai berangsur pulih di beberapa kawasan yang tidak mengalami kerusakan berat, suasana duka masih menyelimuti berbagai wilayah terdampak. Banyak warga mengaku masih dihantui rasa takut akibat gempa susulan yang beberapa kali masih terasa, terutama pada malam hari.

Pemerintah saat ini mengoperasikan 69 posko pengungsian sementara yang tersebar di La Guaira, Caracas, Miranda, dan sejumlah negara bagian lain. Otoritas menargetkan seluruh pengungsi dapat dipindahkan ke tempat penampungan yang lebih layak dalam beberapa hari ke depan.

Selain fokus pada penanganan korban, pemerintah juga terus memperbaiki infrastruktur vital. Jorge Rodriguez menyebut pasokan listrik di La Guaira telah pulih hampir sepenuhnya. Namun, layanan telekomunikasi masih belum beroperasi secara normal karena banyak jaringan mengalami kerusakan akibat gempa.

Pemerintah Venezuela menegaskan proses pencarian korban akan terus dilakukan hingga seluruh wilayah terdampak berhasil disisir. Sementara itu, warga diminta tetap mengikuti arahan otoritas dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi. (*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Lima Petinju Sumbar Berebut Tiket Semifinal dan Final di Piala AHY 2026 Hari Ini

22 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Padang Raih 267 Emas, KONI Sumbar Sahkan Hasil Akhir Porprov XVI 2026

21 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Kisah Kontingen Pessel: Bertahan di Porprov XVI Sumbar di Tengah Krisis Dana

14 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Balada Porprov Sumbar 2026: Terburu-buru, Atlet Nombok, Tapi Diklaim Lancar

14 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Gol Menit 90+4 Jadi Petaka, Semen Padang Kalah Dramatis dari Persikad Depok

12 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Trending Topik Sport