Covesia.co.id — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru.
Menjelang groundbreaking, pembangunan akses jalan menuju lokasi sekolah sepanjang sekitar 1.600 meter mulai dikerjakan.
Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra dan meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, Selasa (25/8/2026).
Eka mengatakan, akses jalan dari ruas utama menuju lokasi sekolah memiliki lebar sekitar tujuh meter. Proses pembebasan lahan untuk akses tersebut telah diselesaikan dan pembangunan fisiknya kini mulai dilakukan.
“Alhamdulillah, untuk persiapan groundbreaking, akses jalan dari jalan utama menuju lokasi Sekolah Rakyat dengan lebar tujuh meter dan panjang sekitar 1.600 meter sudah selesai pembebasan lahannya. Saat ini proses pembangunannya juga sudah mulai dilakukan,” ujar Eka Putra.
Selain akses jalan, pemerintah daerah juga telah menuntaskan penyediaan lahan utama untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan seluas sekitar 23 hektare tersebut merupakan hibah dari keluarga besar Doni Oskaria, yang saat ini menjabat Chief Operating Officer (COO) Danantara.
Eka mengatakan lahan tersebut selanjutnya diserahkan untuk proses perencanaan pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial.
“Alhamdulillah, keluarga besar Bapak Doni Oskaria telah menghibahkan lahan seluas 23 hektare kepada Pemerintah Daerah untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan ini kemudian kami serahkan untuk dilakukan perencanaan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial,” katanya.
Perencanaan pembangunan saat ini juga terus berjalan, termasuk penyusunan desain dan gambar bangunan yang disesuaikan dengan kondisi serta luas lahan yang tersedia.
Sekolah Rakyat Tanjung Alam diproyeksikan menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar di Indonesia. Kompleks tersebut dirancang tidak hanya memiliki ruang belajar, tetapi juga asrama siswa dan guru, fasilitas olahraga, fasilitas kesehatan, tempat ibadah serta kantin.
Eka menyebut pendidikan di Sekolah Rakyat nantinya diberikan tanpa biaya kepada peserta didik. Pemerintah juga menanggung berbagai kebutuhan pendidikan siswa.
“Anak-anak yang bersekolah di sini nantinya tidak dikenakan biaya. Semuanya ditanggung pemerintah, mulai dari pakaian, perlengkapan sekolah seperti buku dan kebutuhan lainnya,” jelas Eka.
Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan 2. Jika kuota masih tersedia, calon peserta didik dari desil 3, 4 dan 5 dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan Kementerian Sosial. Jenjang pendidikan yang disiapkan meliputi SD, SMP hingga SMA.
Pemkab Tanah Datar bersama Kementerian Sosial juga tengah mempersiapkan tenaga pendidik serta melakukan pendataan calon peserta didik yang memenuhi persyaratan.
Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra mengapresiasi dukungan masyarakat dalam mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk penyediaan lahan dan akses jalan menuju lokasi.
“Begitu juga dengan akses jalan menuju lokasi Sekolah Rakyat. Ini tentu berkat dukungan dan kerja sama seluruh pihak sehingga persiapannya dapat kita tuntaskan,” kata Anton.
Pemerintah daerah berharap dukungan masyarakat terus berlanjut hingga pembangunan Sekolah Rakyat selesai.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan di Tanah Datar. (*)










