Menu

Mode Gelap
Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat 3 Mahasiswa dan 2 Pelajar Diduga Cabuli Perempuan 15 Tahun di Padang Pariaman Dua Kecelakaan Maut Dalam Sehari di Pasaman Barat, Dua Warga Tewas Gunung Sinabung Kembali Meletus Setelah Lima Tahun Tertidur, Status Siaga Selama September 2026, Sumbar Didominasi Cuaca Kering

News

Segera Dibangun, Pemerintah Siapkan Rp 47 Miliar Untuk Jembatan Anduriang Padang Pariaman

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Segera Dibangun, Pemerintah Siapkan Rp 47 Miliar Untuk Jembatan Anduriang Padang Pariaman Perbesar

Covesia.co.id – Jembatan Anduriang di Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang roboh akibat banjir bandang pada November 2025 silam, dipastikan akan dibangun kembali.

Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp47 miliar untuk pembangunan jembatan ini.

Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, saat meninjau langsung lokasi Jembatan Anduriang pada Jumat siang (21/8/2026).

Dalam kunjungannya, Andre didampingi Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Anggota DPRD Sumatera Barat Endarmy, jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, serta Ditjen Cipta Karya.

Andre mengatakan, anggaran pembangunan Jembatan Anduriang telah masuk dalam pagu indikatif APBN. Proses lelang ditargetkan berlangsung pada Januari 2027, sedangkan pekerjaan fisik direncanakan mulai pada akhir Februari 2027.

“Pemerintah Pusat sudah menyiapkan anggaran untuk Jembatan Anduriang ini sebesar Rp47 miliar. Insyaallah Januari 2027 akan segera dilelang dan insyaallah akhir Februari 2027 pembangunan jembatannya dilaksanakan,” ujar Andre saat berada di lokasi.

Jembatan yang akan dibangun kembali tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 140 meter. Konstruksinya menggunakan jembatan rangka dengan dua bentang, masing-masing sepanjang sekitar 70 meter.

Pembangunan permanen itu diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini terdampak putusnya akses akibat robohnya jembatan.

Infrastruktur baru juga diharapkan memiliki ketahanan lebih baik terhadap ancaman banjir dan bencana hidrometeorologi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah melakukan sejumlah langkah untuk memulihkan akses masyarakat.

Jembatan darurat di Nagari Anduriang kembali difungsikan setelah pekerjaan normalisasi Sungai Batang Anai dilakukan.

Jembatan darurat tersebut menjadi akses sementara sebelum jembatan permanen dibangun oleh pemerintah pusat.

Pada perencanaan sebelumnya, Jembatan Anduriang disebut akan dibangun dengan panjang 140 meter, dua bentang masing-masing 70 meter, lebar enam meter, serta dilengkapi trotoar di kedua sisi.

Rencana teknis juga mencantumkan penggunaan struktur rangka baja tipe B70 dan pondasi bore pile berdiameter 800 milimeter.

Selain pembangunan jembatan, pemerintah pusat juga menyiapkan program normalisasi Sungai Batang Anai di kawasan Nagari Anduriang.

Program tersebut mendapat alokasi sekitar Rp218 miliar dan ditargetkan mulai dikerjakan pada November 2026.

Andre mengatakan pembangunan jembatan dan normalisasi sungai merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat.

Pemerintah pusat, menurutnya, telah menyiapkan anggaran sekitar Rp19 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat yang dilaksanakan secara bertahap pada 2025 hingga 2028.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyambut baik kepastian anggaran tersebut.

Ia berharap pembangunan Jembatan Anduriang dapat menghasilkan infrastruktur yang kuat, kokoh, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Harapan kita, dengan anggaran yang cukup tinggi Rp47 miliar, tentu insyaallah akan dibangun jembatan yang kokoh dan sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujar John Kenedy.

Menurutnya, aspek ketahanan terhadap bencana harus menjadi perhatian dalam pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

Hal itu penting mengingat sejumlah jembatan di wilayah Padang Pariaman pernah mengalami kerusakan akibat banjir.

Dengan masuknya pembangunan Jembatan Anduriang dalam pagu indikatif APBN, masyarakat kini menunggu realisasi tahapan lelang dan pembangunan fisik.

Kehadiran jembatan permanen diharapkan tidak hanya mengembalikan akses transportasi, tetapi juga memperkuat konektivitas serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Nagari Anduriang dan kawasan sekitarnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang

1 September 2026 - 13:34 WIB

Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

1 September 2026 - 11:42 WIB

3 Mahasiswa dan 2 Pelajar Diduga Cabuli Perempuan 15 Tahun di Padang Pariaman

31 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Dua Kecelakaan Maut Dalam Sehari di Pasaman Barat, Dua Warga Tewas

31 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Gunung Sinabung Kembali Meletus Setelah Lima Tahun Tertidur, Status Siaga

31 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Trending Topik News