Covesia.co.id — Puluhan kendaraan di beberapa wilayah di Sumatera Barat, dilaporkan mengalami gangguan mesin setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU.
Kendaraan mengalami gejala mulai dari brebet, kehilangan tenaga hingga mogok dan harus dibawa ke bengkel.
Keluhan tersebut mencuat dalam beberapa hari terakhir. Salah satu bengkel di Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, bahkan mengaku menerima sekitar 50 kendaraan dengan keluhan serupa.
Pemilik Bengkel Arka Berkah Mandiri, Hendra Febrian, mengatakan kendaraan yang datang umumnya mengalami masalah setelah mengisi Pertalite.
“Udah nggak kehitung kayaknya lagi. Itu sekitar 50-an,” kata Hendra kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).
Menurut Hendra, gejala yang dialami kendaraan relatif sama. Mesin kendaraan awalnya masih dapat hidup, tetapi kemudian brebet, kehilangan tenaga dan akhirnya tidak bisa berjalan normal.
“Keluhannya kendaraan brebet, mobil juga hilang tenaga. Setelah mengisi BBM, BBM-nya tersumbat, mobil hidup tapi nggak mau jalan karena BBM nggak lari ke pembakaran kendaraan,” ujarnya.
Hendra menyebut, dari pemeriksaan yang dilakukan di bengkel, pihaknya menemukan material halus di dalam tangki sejumlah kendaraan. Material tersebut, kata dia, terlihat seperti debu dengan tekstur sangat halus.
“Temuan kita dalam tangki kendaraan itu banyak debu seperti debu semen yang cukup halus. Kita sudah coba saring, tapi debunya tetap jatuh ke bawah karena sangat halus,” ungkapnya.
Biaya perbaikan kendaraan yang mengalami gangguan tersebut bervariasi. Untuk kerusakan ringan, seperti penggantian saringan bahan bakar dan BBM, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp700 ribu. Sementara kerusakan yang membutuhkan penggantian sejumlah komponen dapat mencapai sekitar Rp3 juta.
Pertamina Lakukan Pemeriksaan
Pertamina Patra Niaga langsung melakukan pemeriksaan menyusul laporan masyarakat tersebut. Pertamina telah mengambil sampel Pertalite dari enam SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas BBM di titik-titik penyaluran.
“Pertamina Patra Niaga Sumbagut telah melakukan pemeriksaan dan pengujian kualitas terhadap sejumlah SPBU di Padang dan Agam. Dari hasil pemeriksaan awal nilai density-nya sudah sesuai dengan spesifikasi,” kata Fahrougi.
Selain pengujian internal, sampel BBM tersebut juga akan diperiksa oleh Lemigas, lembaga pengujian bahan bakar di bawah Kementerian ESDM.
Dari pemeriksaan awal terhadap sejumlah sampel, Pertamina menyatakan tidak menemukan campuran air pada Pertalite yang diperiksa. Nilai density atau massa jenis BBM juga disebut masih sesuai dengan spesifikasi.
Meski demikian, Pertamina belum menghentikan pemeriksaan karena investigasi masih dilakukan secara bertahap.
“Pertamina akan terus melakukan pengecekan secara bertahap dan menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan sesuai dengan hasil pengujian di lapangan,” ujar Fahrougi.
Enam SPBU yang telah diambil sampelnya yakni SPBU 14.251.519 Sawahan, SPBU 14.252.521 Ranah dan SPBU 14.252.582 Jati di Kota Padang.
Sementara di Kabupaten Agam, pemeriksaan dilakukan pada SPBU 14.264.566, SPBU 13.261.073 dan SPBU 14.261.532.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kendaraan tersebut masih dalam proses pemeriksaan.
Pertamina masih menunggu hasil pengujian lebih lanjut untuk memastikan kondisi kualitas BBM di titik-titik penyaluran yang dilaporkan mengalami keluhan. (*)










