Menu ✖

Mode Gelap
Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar Menembus Bukit Barisan: Saat Rel Gigi Minangkabau Bersiap Bangkit Lagi Polda Sumbar Ungkap Dugaan Jaringan Penadah Motor Lintas Provinsi Pulihkan Akses Waterfront City Pariaman, Pemprov Sumbar Bangun Lagi Tanggul Batang Mangor Kualitas Udara Membaik, CFD Padang Kembali Digelar Minggu Ini Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada di Tahun 2027

News

Rafflesia Hasseltii Mekar Sempurna di Calau Sijunjung, Diameter Diperkirakan 58 Sentimeter

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Rafflesia Hasseltii Mekar Sempurna di Calau Sijunjung, Diameter Diperkirakan 58 Sentimeter Perbesar

Covesia.co.id — Bunga langka Rafflesia Hasseltii ditemukan mekar sempurna di Jorong Calau, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Bunga tersebut diperkirakan memiliki diameter sekitar 58 sentimeter.

Koordinator Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sijunjung, Djumanto mengatakan keberadaan bunga itu pertama kali dilaporkan oleh petugas Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) pada 1 Oktober 2026. Saat laporan awal diterima, bunga tersebut masih berupa kuncup atau belum mekar.

Petugas kemudian kembali melakukan pengecekan ke lokasi pada 25 Oktober 2026. Saat pemeriksaan kedua itu, bunga telah mekar sempurna.

“Pertama kali dilaporkan petugas nagari pada 1 Oktober 2026. Saat itu bunganya masih berupa kuncup. Setelah kami cek kembali pada 25 Oktober, bunga tersebut sudah mekar sempurna dengan diameter diperkirakan sekitar 58 sentimeter,” ujar Djumanto kepada Covesia.co.id, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, penemuan tersebut menambah catatan keberadaan Rafflesia hasseltii di kawasan Kecamatan Sumpur Kudus.

Bunga langka itu telah beberapa kali ditemukan di dua nagari, yakni Nagari Sumpur Kudus dan Nagari Sumpur Kudus Selatan.

Berdasarkan pendataan yang disampaikan Djumanto, saat ini terdapat empat lokasi tumbuh Rafflesia Hasseltii di kedua nagari tersebut.

Keberadaan sejumlah lokasi tumbuh ini menjadi perhatian dalam upaya menjaga kelestarian bunga langka tersebut beserta habitatnya.

“Tahun kemarin di Nagari Sumpur Kudus. Sekarang Sumpur Kudus Selatan. Sudah 4 kali penemuan selama setahun terakhir,” kata Djumanto lagi.

Djumanto mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan area di sekitar lokasi tumbuh bunga secara berlebihan.

Sebab, Rafflesia memiliki siklus hidup yang unik dan sangat bergantung pada tumbuhan inang.

Kerusakan pada inang maupun lingkungan sekitarnya dapat mengganggu kelangsungan hidup bunga tersebut.

“Jangan membersihkan area di sekitar lokasi. Rafflesia tumbuh dengan bergantung pada inangnya. Bunga akan muncul, mekar, kemudian layu. Karena itu, inang dan lingkungan di sekitarnya perlu tetap dijaga agar siklus pertumbuhannya tidak terganggu,” katanya.

Rafflesia Hasseltii merupakan salah satu spesies bunga Rafflesia yang ditemukan di wilayah Sumatera.

Bunga ini memiliki tampilan khas dengan warna merah tua hingga merah marun, dihiasi bercak-bercak putih berukuran relatif besar dan berbentuk tidak beraturan pada bagian perigon atau struktur menyerupai kelopaknya.

Pola bercak tersebut menjadi salah satu ciri visual yang membedakannya dari sejumlah spesies Rafflesia lainnya.

Meski sama-sama dikenal sebagai bunga berukuran besar, setiap spesies memiliki karakteristik tersendiri, baik dari warna, pola bercak, ukuran, maupun wilayah persebarannya.

Berbeda dari tumbuhan berbunga pada umumnya, Rafflesia tidak memiliki batang, daun, dan akar sejati yang terlihat seperti tumbuhan biasa.

Sebagian besar siklus hidupnya berlangsung tersembunyi di dalam jaringan tumbuhan inang. Bunga baru terlihat ketika kuncup berkembang dan muncul ke permukaan.

Rafflesia Hasseltii hidup sebagai tumbuhan parasit yang bergantung pada tumbuhan merambat dari genus Tetrastigma.

Siklus pertumbuhan bunga ini berlangsung relatif lama, sedangkan masa mekarnya singkat.

Setelah kuncup berkembang dan bunga terbuka sempurna, bunga hanya bertahan selama beberapa hari sebelum mulai layu dan membusuk. Karena itu, kemunculan bunga yang mekar sempurna menjadi momen yang tidak selalu mudah ditemukan.

Djumanto berharap masyarakat turut menjaga lokasi tumbuh Rafflesia dengan tidak merusak bunga, menginjak atau memotong tumbuhan inang, maupun mengubah kondisi lingkungan di sekitarnya.

Warga yang menemukan kuncup atau bunga baru juga diharapkan melaporkannya kepada petugas nagari atau petugas konservasi agar dapat dipantau. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar

31 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pulihkan Akses Waterfront City Pariaman, Pemprov Sumbar Bangun Lagi Tanggul Batang Mangor

31 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Kualitas Udara Membaik, CFD Padang Kembali Digelar Minggu Ini

31 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada di Tahun 2027

31 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Cuaca Sumbar 31 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah, Ini Wilayahnya

31 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Trending Topik News