Menu

Mode Gelap
Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

News

Teguran Keras Prabowo Untuk Kepala Daerah: Kaya di Atas Penderitaan Rakyat Itu Dosa Paling Jahat

badge-check

oplus_0 Perbesar

oplus_0

Covesia.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan teguran keras sekaligus pengingat mendalam kepada seluruh kepala daerah dan aparat sipil negara (ASN) di Indonesia. Prabowo menegaskan bahwa memanfaatkan jabatan untuk menimbun kekayaan pribadi di atas penderitaan rakyat kecil adalah sebuah dosa besar.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).

“Hindari niat jadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil. Hindari. Jauhi pikiran dan niat seperti itu. Jauhi. Itu dosa yang paling, yang paling jahat. Jangan lupa saudara pemimpin adalah untuk melayani rakyat bukan untuk buat rakyat lebih susah,” ujar Presiden Prabowo dengan nada tegas.

Menurut Prabowo, Indonesia saat ini tengah menunjukkan taringnya sebagai negara yang sedang bangkit secara ekonomi dan global. Oleh karena itu, momentum ini tidak boleh dirusak oleh egoisme para pemimpin daerah yang tidak amanah.

Ia meminta para kepala daerah untuk mengubah gaya kepemimpinan mereka agar lebih menyentuh esensi kebutuhan masyarakat bawah. Ada tiga poin utama yang ditekankan oleh Presiden dalam memimpin, yakni: Mengedepankan kebijaksanaan dalam setiap pengambilan keputusan. Memiliki empati yang tinggi terhadap kondisi riil rakyat di lapangan. Memastikan seluruh kebijakan daerah rasional, berdampak nyata, dan tepat sasaran.

Tidak hanya menyasar kepala daerah, mantan Menteri Pertahanan ini juga mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh instansi vertikal, mulai dari kementerian, lembaga, hingga birokrasi terkecil di daerah untuk segera melakukan reformasi diri.

Prabowo menyatakan dirinya sengaja tidak ingin mengungkit masa lalu, namun ia menuntut komitmen mutlak untuk perbaikan ke depan (mawas diri). Ia mengingatkan agar birokrasi tidak mencoba-coba menantang batas kesabaran masyarakat.

“Saya tidak mau melihat ke belakang tetapi saya mohon perbaiki diri, mawas diri, jangan, jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total

30 Juli 2026 - 23:56 WIB

Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI

30 Juli 2026 - 21:17 WIB

LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang

30 Juli 2026 - 18:53 WIB

Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara

30 Juli 2026 - 15:24 WIB

Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

30 Juli 2026 - 15:01 WIB

Trending Topik News