Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Teguran Keras Prabowo Untuk Kepala Daerah: Kaya di Atas Penderitaan Rakyat Itu Dosa Paling Jahat

Safira Ariel Putribadge-check

oplus_0 Perbesar

oplus_0

Covesia.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan teguran keras sekaligus pengingat mendalam kepada seluruh kepala daerah dan aparat sipil negara (ASN) di Indonesia. Prabowo menegaskan bahwa memanfaatkan jabatan untuk menimbun kekayaan pribadi di atas penderitaan rakyat kecil adalah sebuah dosa besar.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).

“Hindari niat jadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil. Hindari. Jauhi pikiran dan niat seperti itu. Jauhi. Itu dosa yang paling, yang paling jahat. Jangan lupa saudara pemimpin adalah untuk melayani rakyat bukan untuk buat rakyat lebih susah,” ujar Presiden Prabowo dengan nada tegas.

Menurut Prabowo, Indonesia saat ini tengah menunjukkan taringnya sebagai negara yang sedang bangkit secara ekonomi dan global. Oleh karena itu, momentum ini tidak boleh dirusak oleh egoisme para pemimpin daerah yang tidak amanah.

Ia meminta para kepala daerah untuk mengubah gaya kepemimpinan mereka agar lebih menyentuh esensi kebutuhan masyarakat bawah. Ada tiga poin utama yang ditekankan oleh Presiden dalam memimpin, yakni: Mengedepankan kebijaksanaan dalam setiap pengambilan keputusan. Memiliki empati yang tinggi terhadap kondisi riil rakyat di lapangan. Memastikan seluruh kebijakan daerah rasional, berdampak nyata, dan tepat sasaran.

Tidak hanya menyasar kepala daerah, mantan Menteri Pertahanan ini juga mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh instansi vertikal, mulai dari kementerian, lembaga, hingga birokrasi terkecil di daerah untuk segera melakukan reformasi diri.

Prabowo menyatakan dirinya sengaja tidak ingin mengungkit masa lalu, namun ia menuntut komitmen mutlak untuk perbaikan ke depan (mawas diri). Ia mengingatkan agar birokrasi tidak mencoba-coba menantang batas kesabaran masyarakat.

“Saya tidak mau melihat ke belakang tetapi saya mohon perbaiki diri, mawas diri, jangan, jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis