Covesia.co.id – Polisi mengungkap siswa berinisial R (18), yang diduga menjadi pelaku peledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, belajar merakit bahan peledak secara otodidak melalui YouTube dan berbagai referensi di internet.
Aksi tersebut diduga dipicu tekanan psikologis akibat perundungan (bullying) yang dialaminya di lingkungan sekolah.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, mengatakan berdasarkan pemeriksaan awal, R mengaku mempelajari cara merakit bom secara mandiri sebelum akhirnya membuat empat bom rakitan.
“Yang bersangkutan belajar merakit bom dari YouTube dan referensi internet lainnya secara mandiri,” kata Susmelawati kepada Covesia.co.id, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, dari empat bom yang berhasil dirakit, satu di antaranya dibawa dan diledakkan di dalam ruang kelas saat jam istirahat. Sementara tiga bom rakitan lainnya berhasil diamankan Tim Gegana Brimob Polda Sumbar saat melakukan penyisiran di lokasi kejadian.
“Ditemukan juga tiga bom rakitan lainnya yang belum sempat diledakkan. Semuanya memiliki daya ledak rendah,” ujarnya.
Polisi menduga aksi nekat tersebut dipicu oleh tekanan psikologis yang dialami R akibat diduga kerap menjadi korban perundungan.
“Diduga karena faktor bullying. Jadi siswa berinisial R ini nekat merakit bom rakitan, kemudian membawa dan meledakkannya di dalam kelas saat jam istirahat,” ujar Susmelawati.
Saat ini, R telah diamankan di Polda Sumbar dan sedang menjalani pemeriksaan psikologis. Menurut Susmelawati, kondisi mental siswa tersebut masih terguncang sehingga pendalaman terus dilakukan oleh penyidik bersama tim psikologi.
“Siswa berinisial R sudah diamankan. Kami sedang melakukan pemeriksaan psikologis karena kondisi mental yang bersangkutan tengah terguncang,” katanya.
Sebelumnya, ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan terjadi di salah satu ruang kelas XII IPS MAN 3 Padang pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 10.15 WIB, bertepatan dengan jam istirahat siswa.
Ledakan diduga berasal dari laci meja salah seorang siswa. Akibatnya, kaca jendela pecah dan sejumlah fasilitas di dalam kelas mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Usai kejadian, Tim Gegana Brimob Polda Sumbar langsung melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengamankan R (18) yang diduga sebagai pelaku peledakan dan masih mendalami motif serta proses perakitan bom rakitan tersebut.










