Menu ✖

Mode Gelap
Korban Perampokan di Agam Alami Retak Tengkorak dan Disarankan Operasi Polisi Buru Tiga Pelaku Perampokan Bersenjata di Agam, Korban Masih Dirawat di RSAM Dirawat di RSAM Bukittinggi, Begini Kondisi Korban Perampokan di Agam Warga Siberut Utara Dipastikan Tak Dapat Beras Bansos Tahap 3, Camat : Berasnya Tak Layak Beredar Kabar Perampok Bersenpi Beraksi di Agam, 1 Pelaku Dilumpuhkan Warga Kejari Periksa Eks Wako Pariaman Terkait Kasus Korupsi Septic Tank

Sport

Perjalanan Bilal Hasan, Fighter Indonesia Yang Bikin Kagum Dana White

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Perjalanan Bilal Hasan, Fighter Indonesia Yang Bikin Kagum Dana White Perbesar

Covesia.co.id – Nama Bilal Hasan kini resmi menjadi bagian dari panggung Ultimate Fighting Championship (UFC).

Petarung berdarah Indonesia-Amerika itu mendapatkan kontrak UFC setelah tampil brutal di Dana White’s Contender Series (DWCS) Season 10, Selasa (11/8/2026) waktu Amerika Serikat.

Bilal hanya membutuhkan waktu 45 detik untuk menghentikan petarung India, Mridul Saikia, dalam pertarungan kelas flyweight di Meta APEX, Las Vegas.

Kemenangan tersebut bukan sekadar menambah satu angka dalam rekor profesionalnya. Hasil itu menjadi tiket Bilal menuju organisasi MMA terbesar dan paling bergengsi di dunia.

UFC kemudian mengonfirmasi bahwa Bilal mendapatkan kontrak setelah penampilan tersebut. Dengan kemenangan itu, rekor profesional Bilal menjadi sempurna, 9 kemenangan tanpa kekalahan.

Dana White, CEO UFC, bahkan tidak ragu ketika harus menentukan masa depan Bilal.

““Ini benar-benar keputusan yang tidak perlu dipikirkan lagi. Meski mendapat begitu banyak sorotan dan ekspektasi, dia benar-benar mampu membuktikannya.”  kata White.

Ia menilai Bilal mampu memenuhi ekspektasi besar yang sudah mengiringinya sebelum pertarungan.

“Ketika kamu menjadi petarung yang paling diunggulkan dalam sejarah 10 tahun Contender Series, itulah cara kamu membuktikan diri. Dan kamu benar-benar melakukannya. Saya sangat antusias melihat masa depanmu. Saya benar-benar tidak sabar menantikan pertarungan pertamamu di UFC,” ujar White.

Memulai Bela Diri di Usia Empat Tahun

Jauh sebelum namanya dikenal di dunia MMA, Bilal sudah akrab dengan olahraga bela diri.

Bilal Alakai Hasan lahir di Hawaii pada 16 Juli 2001. Meski lahir dan besar di Amerika Serikat, kedua orang tuanya disebut berasal dari Jakarta.

Kedekatan dengan Indonesia kemudian menjadi bagian penting dari identitas Bilal sebagai atlet.

Perjalanan bela dirinya dimulai ketika masih berusia empat tahun. Saat anak-anak seusianya baru mulai mengenal berbagai aktivitas olahraga, Bilal sudah berlatih taekwondo.

Bakatnya dalam taekwondo berkembang pesat. Pada 2017, ia berhasil meraih medali emas di Pan-American Taekwondo Junior Championships.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting bagi gaya bertarungnya. Taekwondo memberinya kemampuan tendangan, kecepatan, pergerakan kaki, serta kemampuan membaca jarak yang kemudian menjadi modal ketika ia beralih ke MMA.

Beralih ke MMA pada 2021

Bilal kemudian memutuskan memperluas kemampuannya dengan masuk ke dunia Mixed Martial Arts (MMA).

Ia mulai fokus menekuni MMA pada 2021 dan kemudian menjalani karier profesional di Cage Fury Fighting Championships (CFFC), salah satu promotor yang pertandingannya disiarkan melalui UFC Fight Pass. Di sinilah karier Bilal mulai bergerak cepat.

Ia tidak hanya memenangkan pertandingan, tetapi melakukannya dengan cara yang membuat namanya semakin diperhatikan.

CFFC mencatat Bilal sebagai petarung yang memiliki kecepatan dan kemampuan striking yang sangat menonjol.

Pada awal 2025, misalnya, ia berhasil mempertahankan sabuk juara kelas flyweight CFFC setelah menghentikan Brian Hauser melalui TKO pada ronde kedua.

Kemenangan atas Hauser merupakan salah satu penampilan penting dalam perjalanan Bilal menuju UFC.

Saat itu Bilal sudah memiliki rekor 6-0 dan mempertahankan gelar CFFC untuk pertama kalinya.

Bahkan setelah kemenangan tersebut, Bilal secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mendapatkan kesempatan bertarung di UFC.

“UFC is coming February 22 to Seattle. If there’s a last-minute replacement, put me in,” kata Bilal seusai mengalahkan Hauser.

Keinginannya tersebut akhirnya benar-benar terwujud, meski harus melalui jalur Dana White’s Contender Series.

Merebut dan Mempertahankan Sabuk CFFC

Salah satu titik balik terbesar karier Bilal terjadi pada September 2024.

Saat itu ia merebut gelar kelas flyweight CFFC dan kemudian mempertahankannya dalam sejumlah pertarungan penting.

Pada akhir 2025, Bilal sudah tercatat sebagai juara flyweight CFFC dengan rekor 7-0.

CFFC menyebutnya sebagai salah satu petarung pound-for-pound terbaik dalam organisasi tersebut.

Pada Desember 2025, Bilal menghadapi sesama petarung Indonesia, Renaldy Manse, dalam perebutan gelar kelas flyweight.

Pertarungan tersebut berakhir sangat cepat. Bilal menghentikan Renaldy melalui TKO pada ronde pertama, tepatnya pada menit 2:47, sekaligus mempertahankan sabuk juaranya dan memperbaiki rekor menjadi 8-0.

Kemenangan atas Renaldy semakin memperkuat status Bilal sebagai prospek elite di kelas flyweight.

Bahkan sebelum akhirnya tampil di DWCS, UFC Fight Pass sudah melihat Bilal sebagai salah satu talenta yang memiliki masa depan besar.

General Manager CFFC John Morgan mengatakan Bilal merupakan petarung yang menarik perhatian, baik ketika bertarung maupun ketika berbicara di depan kamera.

Morgan bahkan mengaku heran UFC belum merekrut Bilal sebelum 2026.

“Di usianya yang baru 24 tahun, dia masih memiliki banyak waktu untuk berkembang. Namun, sejujurnya, saya sedikit terkejut UFC belum merekrutnya sampai sekarang,” ujarnya.

Salah satu alasan Bilal begitu menarik perhatian adalah statistik penyelesaian pertarungannya.
Sebelum menghadapi Saikia, Bilal datang dengan rekor 8-0.

Dari delapan kemenangan tersebut, sebagian besar diraih sebelum pertandingan mencapai keputusan juri.

Setelah kemenangan atas Saikia, ia memiliki rekor 9-0 dengan tingkat kemenangan melalui finish sekitar 88 persen—terdiri dari tujuh kemenangan KO/TKO dan satu kemenangan submission.

Artinya, Bilal bukan tipe petarung yang mengandalkan kemenangan angka.
Ia memiliki kemampuan untuk mengakhiri pertarungan.

Latar belakang taekwondo membuat permainan berdirinya menjadi salah satu senjata utama. Ia mampu menggunakan tendangan untuk menjaga jarak, kemudian masuk dengan pukulan cepat.

Namun Bilal juga berkembang menjadi petarung MMA yang lebih lengkap. Kemampuan grappling dan pertahanan terhadap takedown membuat lawan tidak mudah memaksanya bertarung di area yang mereka inginkan.

Perpaduan striking, kecepatan dan kemampuan menyelesaikan pertarungan inilah yang membuat Bilal menjadi prospek menarik di kelas flyweight. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Kisah Kontingen Pessel: Bertahan di Porprov XVI Sumbar di Tengah Krisis Dana

14 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Balada Porprov Sumbar 2026: Terburu-buru, Atlet Nombok, Tapi Diklaim Lancar

14 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Gol Menit 90+4 Jadi Petaka, Semen Padang Kalah Dramatis dari Persikad Depok

12 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Teco Resmi Nahkodai Semen Padang, Bawa Target Kembali ke Super League

8 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Dalam Sehari Sijunjung Tambah 20 Medali di Porprov Sumbar, Total Jadi 38

6 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Trending Topik Sport