Covesia.co.id – Dinas Perdagangan Kota Padang memastikan lokasi relokasi untuk pedagang jalan Sandang Pangan layak huni. Seluruh fasilitas untuk berjualan sudah diperbaiki dan memenuhi unsur kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Hal ini disampaikan kepala dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setyawan kepada Covesia.co.id saat diwawancarai pada Senin (26/10/2026).
“Lokasi relokasi pedagang jalan Sandang Pangan di Basement 2 dan 3 sudah layak huni. Sudah sesuai standar pasar satelit. Sudah nyaman u tuk transaksi jual beli, ” kata Fizlan.
Relokasi ini memang telah diprogramkan Pemko Padang jauh – jauh hari untuk menunjang visi misi Walikota dan Wakil Walikota Padang yakni Padang Rancak.
Dimana sejak Mei 2026 lalu, para pedagang di Jalan Sandang Pangan telah dikumpulkan. Kemudian diberikan sosialisasi bahwa fasilitas umum akan dikembalikan sesuai dengan fungsi peruntukannya.
“Kami ketika menjabat di dinas perdagangan sejak bulan Mei 2026 sudah mengumpulkan pedagang khususnya yang berada di Jalan Sandang Pangan. Kami jelaskan bahwa fasilitas umum akan dikembalikan kepada fungsinya. Hal ini disampaikan kepada lebih dari 150 pedagang yang hadir waktu itu. Mana yang jalan, mana yang trotoar, mana yang drainase,” jelasnya.
Ia mengakui memang terdapat gejolak dari para pedagang. Namun ia kembali tegaskan bahwa langkah yang dilakukan pemerintah kota ini adalah upaya penataan.
“Langkah yang dilakukan pemerintah kota Padang bukan penertiban namun penataan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa lokasi penempatan pedagang sudah ditentukan.
Basement Blok 2 dikhususkan bagi pedagang yang berasal dari Jalan Sandang Pangan, Gang Demo, dan Gang Rajawali.
Sementara itu, Basement Blok 3 diperuntukkan bagi para pedagang yang berjualan di area tersebut.
Terkait penempatan pedagang, memang tidak melibatkan pedagang dalam penentuan lokasi.
Hal ini karena ada penolakan dari pedagang pada Basement Blok 2. Maka, diambil kebijakan untuk melakukan penempatan pedagang berdasarkan sistem zonasi.
“Dimana pun ditempatkan, kami pastikan lokasinya sangat layak dan nyaman. Sudah bersih dan sudah bisa dipakai,” katanya.
Apabila dikemudian hari ditemukan genangan air di lokasi tersebut, para pedagang diminta untuk segera melaporkan agar dapat ditindaklanjuti dan diperbaiki.
“Kalau ada kerusakan atau hal yang perlu diperbaiki. Mohon dilaporkan agar ditindaklanjuti,” katanya.
Harapannya agar pedagang bersedia mencoba menempati lokasi tersebut dan melihat langsung bagaimana fasilitas yang disediakan.
Fizlan menyampaikan bahwa pihaknya telah menyurati para pedagang, khususnya yang berjualan di Basement Blok 3, agar segera melakukan relokasi mandiri.
“Mulai Senin (26/10/2026), pedagang tidak diperbolehkan lagi berdagang dijalan. Jadi kami minta untuk relokasi mandiri, “katanya.
Dalam relokasi ini, pedagang tidak dipungut biaya apapun. Termasuk retribusi selama bulan November 2026..
” Tidak dipungut biaya apapun. Retribusi untuk November 2026 juga gratis. Ini sebagai bentuk kompensasi kepada Pedagang dari Pemko Padang,” katanya.
Dalam pendataan Dinas Perdagangan Kota Padang, terdapat sebanyak 542 yang sudah dicatat untuk bisa menempati lokasi relokasi yang baru.
Angka ini bisa bertambah, mengingat minat pedagang yang terus bertambah untuk berjualan di kawasan pasar raya. (*)










