Covesia.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengklaim pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 berbasis e-voting tahap 4 berjalan sukses.
Klaim tersebut disampaikan setelah Pemkab Pasaman Barat melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah nagari.
Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan mengatakan dari hasil monitoring yang dilakukan pemerintah daerah, penerapan pola baru berupa e-voting berjalan relatif lancar dan hampir tidak ditemukan kendala teknis di lapangan.
“Kita memiliki pola baru, dalam artiannya pemilihan melalui e-voting. Selama ini kita melakukan pemilihan melalui coblos dan pencoblosan. Dan kita memiliki kendala boleh dikatakan hampir tidak ada,” kata M. Ihpan saat melakukan monitoring pelaksanaan Pilwana, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pemungutan suara sekaligus mengetahui tingkat partisipasi masyarakat serta berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam penerapan sistem elektronik tersebut.
Pemkab Pasaman Barat melakukan pemantauan di delapan nagari yang melaksanakan Pilwana. .
Dari hasil monitoring tersebut, pemerintah daerah menyatakan tidak menemukan laporan pelanggaran selama proses pemungutan suara.
M. Ihpan juga menyebut respons masyarakat terhadap penggunaan sistem e-voting cukup baik.
Hal itu menjadi salah satu catatan pemerintah daerah dalam mengevaluasi penerapan sistem pemilihan elektronik tersebut.
“Masukan dari masyarakat terhadap sistem e-voting ini sangat baik dan mudah-mudahan ini bisa terus kita laksanakan pada Pilwana selanjutnya,” ujarnya.
Penerapan e-voting menjadi pola baru dalam Pilwana Pasaman Barat 2026.
Sebelum pelaksanaan, Pemkab Pasbar telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menyiapkan tim teknis untuk mengawal penggunaan sistem elektronik di lapangan. Sebanyak 15 Tim Teknis IT dan 60 Tim Teknis Lapangan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan e-voting.
Pada pelaksanaan perdana di sejumlah wilayah, pemerintah daerah juga sebelumnya melaporkan tidak adanya gangguan teknis seperti masalah sinyal maupun pemadaman listrik di TPS yang dipantau.
Pemkab Pasaman Barat berharap penerapan e-voting dapat terus dikembangkan dalam pelaksanaan Pilwana berikutnya.
Evaluasi terhadap pelaksanaan tahun ini menjadi bagian penting untuk melihat efektivitas sistem sekaligus memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan di lapangan.(*)










