Menu

Mode Gelap
Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat 3 Mahasiswa dan 2 Pelajar Diduga Cabuli Perempuan 15 Tahun di Padang Pariaman Dua Kecelakaan Maut Dalam Sehari di Pasaman Barat, Dua Warga Tewas Gunung Sinabung Kembali Meletus Setelah Lima Tahun Tertidur, Status Siaga Selama September 2026, Sumbar Didominasi Cuaca Kering

News

Muktamar ke-35 NU Dibuka Hari Ini, Bursa Ketum Mengerucut ke Sejumlah Nama

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Muktamar ke-35 NU Dibuka Hari Ini, Bursa Ketum Mengerucut ke Sejumlah Nama Perbesar

Covesia.co.id — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dimulai hari ini, Kamis (27/8/2026), di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dan akan menjadi momentum pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.

Prosesi pembukaan dipusatkan di Lapangan Untung Suropati Tambakberas dan dijadwalkan dibuka Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan informasi terbaru dari NU Online, peserta muktamar diminta sudah berada di lokasi sejak pukul 12.00 WIB, sedangkan prosesi pembukaan dijadwalkan mulai pukul 15.00 WIB.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan seluruh peserta diminta mengikuti rangkaian pembukaan sesuai arahan panitia.

“Semua peserta wajib hadir jam 12.00 siang di lokasi pembukaan,” ujar Gus Rozaq.

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, sebelumnya memastikan persiapan pelaksanaan telah mendekati tahap akhir. Sejumlah pejabat negara dan tokoh NU juga dijadwalkan hadir dalam pembukaan.

Muktamar tahun ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.” Selain membahas persoalan organisasi dan keumatan, perhatian warga Nahdliyin juga tertuju pada suksesi kepemimpinan PBNU.

Bursa calon Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 dalam beberapa hari terakhir semakin mengerucut.

Sejumlah nama yang muncul dalam bursa antara lain KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Imam Jazuli, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, serta KH Nasaruddin Umar.

Dari sejumlah nama tersebut, pemetaan terbaru sejumlah lembaga dan media menunjukkan persaingan paling kuat mulai mengarah kepada tiga hingga empat figur..
Tiga nama yang disebut paling menguat adalah Gus Yahya, Imam Jazuli, dan Gus Kikin. Sementara pemetaan sebelumnya juga memasukkan Gus Yusuf sebagai salah satu dari empat kandidat yang paling berpeluang.

Gus Yahya menjadi satu-satunya nama dalam bursa yang berstatus petahana. Ia telah menyatakan secara terbuka akan kembali maju untuk memimpin PBNU pada periode berikutnya.

“Saya memang hendak mencalonkan lagi karena, pertama, saya ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun. Sekarang saya juga lebih mengerti bagaimana meningkatkan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh,” kata Gus Yahya.

Sementara itu, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin maju setelah mendapat penugasan dari PWNU dan PCNU se-Jawa Timur. Ia menegaskan pencalonannya bukan didorong ambisi pribadi.

“Semula saya tidak ada niat untuk mencalonkan diri. Namun karena ini merupakan keputusan, penugasan, dan amanah dari PWNU serta PCNU se-Jawa Timur, maka bismillah saya siap menjalankannya,” kata Gus Kikin.

Gus Kikin juga membawa gagasan penguatan kembali tradisi dan dasar organisasi NU. Dalam proses pencalonannya, dukungan dari struktur NU di Jawa Timur menjadi salah satu modal utama.

“Karena konsep NU itu harus masuk ke dalam organisasi NU dengan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Nama lain yang menguat adalah KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. Sebanyak 23 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah sebelumnya menyatakan dukungan agar pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang tersebut maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Gus Yusuf menerima dukungan tersebut dengan menempatkan pencalonan sebagai bagian dari pengabdian terhadap organisasi.

“Bagi saya, ini bukan soal jabatan, tapi khidmah,” ujarnya.

Adapun KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin juga telah menyatakan kesiapannya maju. Ia menyebut keputusan tersebut diambil setelah melakukan perenungan serta berdiskusi dengan sejumlah sahabat dan pengurus NU di berbagai daerah.

“Saya sempat berpikir lama dan akhirnya sekitar dua hari lalu, saya bersama teman-teman dan beberapa Ketua PCNU yang menghubungi saya, maka saya berikhtiar untuk berkontestasi pada Muktamar tahun ini,” kata Gus Rozin.

Di tengah semakin mengerucutnya bursa, proses pemilihan Ketua Umum PBNU diperkirakan menjadi salah satu agenda paling menentukan dalam Muktamar ke-35 NU. Sejumlah nama masih mungkin berubah karena mekanisme pencalonan dan dukungan resmi ditentukan dalam forum muktamar.

Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin sebelumnya mengingatkan agar proses pemilihan pemimpin NU dilakukan berdasarkan hati nurani dan tidak dikendalikan kepentingan tertentu.

“Mekanisme AHWA itu dipilih oleh cabang (PCNU) dan wilayah (PWNU) dengan memilih orang yang terbaik dari yang ada. Bukan kemauan pihak tertentu, pesanan. Itu bukan AHWA,” kata Ma’ruf Amin.

Karena itu, meskipun sejumlah nama telah muncul dan bahkan mendapatkan dukungan dari PWNU maupun PCNU, komposisi akhir calon Ketua Umum PBNU tetap sangat bergantung pada dinamika persidangan dan mekanisme pemilihan yang akan berlangsung dalam Muktamar ke-35 NU.

Pemilihan Ketua Umum PBNU dijadwalkan menjadi salah satu agenda utama rangkaian muktamar yang berlangsung di Tambakberas, Jombang, hingga 31 Agustus 2026. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang

1 September 2026 - 13:34 WIB

Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

1 September 2026 - 11:42 WIB

3 Mahasiswa dan 2 Pelajar Diduga Cabuli Perempuan 15 Tahun di Padang Pariaman

31 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Dua Kecelakaan Maut Dalam Sehari di Pasaman Barat, Dua Warga Tewas

31 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Gunung Sinabung Kembali Meletus Setelah Lima Tahun Tertidur, Status Siaga

31 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Trending Topik News