Menu ✖

Mode Gelap
Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar Menembus Bukit Barisan: Saat Rel Gigi Minangkabau Bersiap Bangkit Lagi Polda Sumbar Ungkap Dugaan Jaringan Penadah Motor Lintas Provinsi Pulihkan Akses Waterfront City Pariaman, Pemprov Sumbar Bangun Lagi Tanggul Batang Mangor Kualitas Udara Membaik, CFD Padang Kembali Digelar Minggu Ini Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada di Tahun 2027

News

Mahasiswa Demo di DPRD Sumbar, Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional

Safira Ariel Putribadge-check

Mahasiswa Demo di DPRD Sumbar, Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional Perbesar

Covesia.co.id – Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPRD Sumatera Barat (Sumbar), tepatnya di kawasan Tugu Adipura, Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Selasa (27/10/2026).

Mereka menuntut pemerintah menetapkan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.

Mahasiswa yang mengikuti aksi tersebut berasal dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Pertanian (Faperta), dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas (Unand), serta mahasiswa UIN, Universitas Bung Hatta, dan Universitas Negeri Padang (UNP).

Perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Unand, Farel, mengatakan pemilihan Tugu Adipura sebagai lokasi aksi memiliki makna tersendiri.

Menurutnya, Tugu Adipura merupakan simbol kebersihan Kota Padang. Namun, kondisi lingkungan saat ini dinilai sedang tidak baik-baik saja akibat persoalan ekologis, termasuk karhutla.

“Kami memilih Tugu Adipura sebagai lokasi aksi saat ini karena merupakan simbol kebersihan, namun saat ini situasi sedang sangat tidak bersih,” ungkap Farel kepada Covesia.co.id, Selasa (27/10/2026).

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti persoalan krisis iklim dan karhutla yang dinilai belum ditangani secara memadai. Mereka juga menyinggung kabut asap yang disebut masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan pulau lainnya.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah mengambil langkah tegas untuk menangani karhutla. Mereka juga meminta agar bencana kabut asap ditetapkan sebagai bencana nasional.

Farel turut meminta anggota DPRD Sumbar mendengarkan aspirasi mahasiswa dan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak terkait.
“Kepada para anggota DPRD Sumbar, jika masih memiliki hati nurani, dengarkan dan sampaikanlah tuntutan kami,” ujarnya.

Mahasiswa juga menyuarakan keprihatinan terhadap kerusakan hutan yang dinilai berdampak pada kehidupan masyarakat. Seruan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam aksi demonstrasi.
“Sepakat, hutan terbakar, rakyat terlantar,” seru perwakilan mahasiswa dalam orasinya.

Mereka menegaskan pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi karhutla dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Aksi demonstrasi tersebut tidak berhenti pada Selasa. Fahreza menyampaikan mahasiswa berencana melanjutkan aksi pada Rabu (28/10/2026).

Terkait waktu dan lokasi aksi lanjutan, ia mengatakan informasi tersebut akan disampaikan pada Selasa malam.
“Untuk waktu dan lokasi aksi besok akan kami sampaikan malam ini,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar

31 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pulihkan Akses Waterfront City Pariaman, Pemprov Sumbar Bangun Lagi Tanggul Batang Mangor

31 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Kualitas Udara Membaik, CFD Padang Kembali Digelar Minggu Ini

31 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada di Tahun 2027

31 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Cuaca Sumbar 31 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah, Ini Wilayahnya

31 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Trending Topik News