Covesia.co.id – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat mulai memburuk. Berdasarkan pemantauan IQAir, Payakumbuh menjadi salah satu daerah dengan kualitas udara terburuk dan telah masuk kategori tidak sehat.
Pada pemantauan terbaru IQAir, indeks kualitas udara atau AQI (Air Quality Index) Payakumbuh berada di kisaran 153–155, yang masuk kategori tidak sehat. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5, yakni partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan bagian dalam.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Payakumbuh sudah berada satu tingkat di atas kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Pada kondisi seperti ini, risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi tidak hanya perlu diperhatikan oleh kelompok rentan, tetapi juga oleh masyarakat secara umum.
IQAir juga menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat lainnya berada pada kategori sedang, meskipun kondisi tersebut masih dapat berubah mengikuti pergerakan asap, arah angin, kelembapan, serta perubahan konsentrasi PM2.5.
Di Sijunjung, data IQAir menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sedang dalam salah satu pembaruan. Namun, riwayat pemantauan menunjukkan angka AQI di wilayah tersebut sempat mencapai 138, yang berarti masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Data Sijunjung perlu dibaca dengan hati-hati karena IQAir menggunakan model berbasis satelit (satellite-derived model) untuk wilayah tersebut. Artinya, angka yang ditampilkan merupakan hasil pemodelan kualitas udara dan tidak selalu berasal dari alat pemantau langsung di lokasi.
Di Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, IQAir juga mencatat indeks kualitas udara sekitar 120, yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kondisi tersebut menunjukkan konsentrasi polutan di wilayah tersebut sudah berada di atas kondisi udara normal.
Sementara itu, wilayah Tuapejat, Kepulauan Mentawai, masih berada pada kategori sedang dengan AQI sekitar 81. Kondisi serupa juga tercatat di Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, yang berada pada kategori sedang. IQAir mengklasifikasikan kualitas udara Air Bangis sebagai moderate atau sedang.
Untuk wilayah Matur, Kabupaten Agam, pemantauan IQAir sebelumnya menunjukkan AQI sekitar 93. Angka tersebut masih masuk kategori sedang, tetapi sudah mendekati batas atas kategori tersebut.
Sementara itu, data pada halaman khusus Sumatera Barat di IQAir tidak selalu menampilkan satu angka AQI yang mewakili seluruh provinsi.
Hal ini karena kualitas udara setiap daerah berbeda dan ketersediaan stasiun pemantauan juga tidak sama. Dalam salah satu pembaruan, IQAir mencatat data Sumatera Barat berasal dari tiga stasiun yang terhubung dengan dua kontributor, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Karena itu, kondisi udara Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Sawahlunto, Solok, Kabupaten Solok, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Pasaman, Solok Selatan, dan Pariaman tidak dapat disamaratakan dengan Payakumbuh.
Pada saat data dihimpun, IQAir tidak menampilkan angka real-time yang dapat dipastikan untuk seluruh daerah tersebut secara bersamaan.
Secara umum, indeks AQI yang digunakan IQAir membagi kualitas udara menjadi beberapa kategori. AQI 0–50 menunjukkan udara baik. AQI 51–100 masuk kategori sedang. AQI 101–150 berarti tidak sehat bagi kelompok sensitif. AQI 151–200 masuk kategori tidak sehat. Semakin tinggi angka AQI, semakin besar tingkat pencemaran udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan.
Dengan angka AQI sekitar 153–155, Payakumbuh menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih dalam pemantauan kualitas udara Sumatera Barat. Sementara Parit Malintang dan Sijunjung yang sempat berada di atas AQI 100 menunjukkan bahwa beberapa wilayah lainnya juga mengalami peningkatan pencemaran udara.
Kondisi tersebut dapat berubah dalam hitungan jam. Pada data Payakumbuh, misalnya, IQAir menunjukkan AQI yang berfluktuasi dari lebih dari 150 hingga turun ke kisaran 80-an dalam periode pemantauan.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa kualitas udara sangat dipengaruhi kondisi atmosfer dan pergerakan polutan.
Data IQAir ini merupakan data pemantauan kualitas udara, bukan penetapan status resmi kualitas udara Sumatera Barat. Angka AQI dan PM2.5 yang ditampilkan juga dapat berbeda dengan hasil pengukuran pemerintah karena perbedaan sumber data, lokasi sensor, waktu pembaruan, maupun metode perhitungan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat terutama yang berada di wilayah dengan AQI tinggi perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama bagi kelompok sensitif. (*)











