Menu ✖

Mode Gelap
Lapangan Golf Fauzi Bahar di Aia Dingin Ternyata Sempat Direncanakan di Padang Sarai Indeks Udara Padang Tembus Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Asal Kabut Asapnya Kisah di Balik Kibaran Merah Putih yang Nyaris Menyatukan Indonesia-Malaysia Membuka Akses di Ujung Negeri: Kisah Yogi dan Dilema Hukum di Mentawai BNNP Sumbar Amankan 55 Orang dalam Razia Narkoba di Padang Besok Pacu Kuda Bupati Cup Tanah Datar Dibuka, 65 Kuda Ambil Bagian

News

Korban Kedua Galodo Solok Ditemukan Meninggal Tak Jauh Dari kantor Bupati 

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Korban Kedua Galodo Solok Ditemukan Meninggal Tak Jauh Dari kantor Bupati  Perbesar

Covesia.co.id – Tim SAR gabungan menemukan korban kedua yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Senin (21/9/2026) silam.

Korban bernama Agusra (59) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026).

Agusra ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di sektor pencarian belakang Kantor Bupati Solok. Warga Jorong Pasar Usang Lubuk, Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, itu kemudian dievakuasi ke RSUD Arosuka.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, membenarkan penemuan tersebut.

“Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan korban atas nama Agusra di sektor 1 belakang Kantor Bupati,” kata Abdul Malik, Jumat (25/9/2026).

Menurut Abdul Malik, korban ditemukan sekitar 713 meter dari lokasi kejadian awal atau titik terakhir korban diketahui. Penemuan dilakukan oleh tim SAR unit 1 yang menyisir sektor tersebut.

Dengan ditemukannya Agusra, total korban meninggal dunia dalam bencana galodo tersebut menjadi dua orang. Korban pertama yang ditemukan sebelumnya adalah Daffi Arrahman (21), warga Kayu Aro Aia Baliang. Sementara 36 warga lainnya dilaporkan selamat.

Pencarian Agusra dilakukan selama beberapa hari setelah banjir bandang menerjang kawasan Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9/2026) malam.

Pada hari kelima operasi SAR, tim memperluas area pencarian hingga sekitar 14 kilometer yang dibagi menjadi empat sektor.

Penyisiran dilakukan dengan melibatkan personel gabungan dan sejumlah peralatan, termasuk kendaraan SAR, alat berat, peralatan evakuasi serta drone termal.

Sebelumnya, Abdul Malik mengatakan pencarian dilakukan dengan memperluas wilayah penyisiran dan membagi personel ke sejumlah regu.

“Kami memperluas area pencarian sejauh kurang lebih 14 kilometer dari titik awal korban diduga hanyut terseret banjir tersebut,” ujar Abdul Malik.

Setelah Agusra ditemukan, tidak ada lagi korban yang masuk dalam daftar pencarian dalam operasi SAR khusus bencana galodo tersebut.

Namun, unsur SAR tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya laporan warga yang masih hilang atau kebutuhan pencarian dan pertolongan lanjutan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Lapangan Golf Fauzi Bahar di Aia Dingin Ternyata Sempat Direncanakan di Padang Sarai

18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kisah di Balik Kibaran Merah Putih yang Nyaris Menyatukan Indonesia-Malaysia

18 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Membuka Akses di Ujung Negeri: Kisah Yogi dan Dilema Hukum di Mentawai

18 Oktober 2026 - 09:08 WIB

BNNP Sumbar Amankan 55 Orang dalam Razia Narkoba di Padang

18 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Besok Pacu Kuda Bupati Cup Tanah Datar Dibuka, 65 Kuda Ambil Bagian

17 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Trending Topik News