Covesia.co.id — Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8/2026) dini hari.
Kebakaran terjadi di perairan Selat Lombok, sekitar wilayah Sekotong, Lombok Barat.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA. Laporan keadaan darurat kemudian diterima Kantor SAR Mataram sekitar pukul 04.39 WITA.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan tim SAR gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan kebakaran. Sejumlah kapal dikerahkan untuk membantu mengevakuasi penumpang dari kapal yang terbakar.
“Para penumpang ini berhasil dievakuasi oleh sejumlah kapal milik SAR, TNI AL dan KMP Port Link,” kata Muhamad Hariyadi.
Proses evakuasi kemudian terus dilakukan hingga siang hari. Data terbaru menunjukkan 172 orang berhasil diselamatkan, sementara satu penumpang meninggal dunia.
Tim SAR masih melakukan pendataan untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal telah ditemukan.
Sedangkan Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pihaknya turut memperkuat operasi pencarian dengan mengerahkan helikopter.
“Heli SGi Air Bali take off pukul 09.50 Wita menuju search area,” ujar I Nyoman Sidakarya di Denpasar.
Helikopter tersebut dikerahkan untuk membantu pemantauan wilayah pencarian dari udara, sementara proses evakuasi di laut dilakukan oleh unsur SAR gabungan, TNI AL dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
KMP Putri Yasmin dilaporkan membawa kendaraan dalam jumlah cukup banyak, yakni sekitar 44 kendaraan dan 53 sepeda motor.
Kondisi laut saat proses penyelamatan juga dilaporkan cukup menantang dengan gelombang mencapai sekitar empat meter.
Data Penumpang Jadi Perhatian
Dalam perkembangan penanganan insiden, terdapat perbedaan antara jumlah orang yang tercatat dalam manifes kapal dan jumlah orang yang berhasil dievakuasi.
Data manifes yang dilaporkan mencatat 114 penumpang dan 17 awak kapal, atau total 131 orang.
Namun, jumlah orang yang berhasil dievakuasi mencapai 172 orang. Perbedaan data tersebut masih menjadi bagian dari proses pendataan dan penelusuran oleh pihak berwenang.
Dua warga negara Australia juga termasuk dalam penumpang yang berhasil dievakuasi. Sementara korban meninggal dunia dilaporkan merupakan seorang perempuan Warga Negara Indonesia berusia 19 tahun.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin belum diketahui.
Otoritas terkait masih memprioritaskan proses pencarian, penyelamatan, pendataan korban, serta penanganan penumpang yang telah dievakuasi.
KMP Putri Yasmin diketahui melayani rute penyeberangan Padangbai-Lembar yang menghubungkan Bali dan Lombok.
Insiden tersebut kembali menyoroti aspek keselamatan transportasi penyeberangan di Indonesia.
Kejadian ini juga berlangsung kurang dari sebulan setelah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang menewaskan lima orang di perairan sekitar Madura. (*)










