Covesia.co.id — Kerangka manusia ditemukan di area persawahan Kampung Sikumbang, Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kerangka tersebut ditemukan warga di dekat pematang sawah. Polisi menduga tulang-belulang itu merupakan bagian dari korban bencana hidrometeorologi atau galodo yang melanda wilayah Salareh Aia pada 27 November 2025.
Zulmiati (40) , warga yang menemukan kerangka tersebut mengatakan dirinya tak sengaja melihat tulang belulang di dekat sawahnya saat bekerja.
“Ya, yang saya lihat pertama kali itu tengkorak manusia dan ada beberapa tulang belulang. Setelah itu saya laporkan ke warga dan Wali Jorong Subarang Aia.
“Saya langsung melaporkan temuan tersebut ke wali jorong,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Salareh Aia Timur, Fauzan, mengatakan kerangka tersebut ditemukan warga yang sedang melakukan aktivitas di lahan pertanian.
“Sekitar jam 2 siang masyarakat kita menemukan kerangka itu karena mereka di sawah lagi menanam jagung. Dicek itu memang kerangka manusia,” ujar Fauzan, Selasa (25/8/2026).
Menurut Fauzan, kerangka yang ditemukan terdiri dari bagian kepala dan badan. Saat ditemukan, masih terdapat pakaian yang melekat pada bagian kerangka.
“Kalau yang tadi itu satu saja, satu kerangka kepala dan badan. Karena posisinya masih memakai jaket, dan di dalam jaket itu masih banyak tulang-tulang,” katanya.
Informasi penemuan tersebut kemudian diteruskan kepada kepolisian. Kapolres Agam AKBP Masnoni melalui Kapolsek Palembayan Iptu Andrio Saputra mengatakan petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari pemerintah nagari.
“Langkah yang kita lakukan memasang garis polisi di sekitar lokasi, berkoordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Koto Alam, Basarnas dan lainnya,” ujar Andrio.
Tim Basarnas bersama Unit Identifikasi Polres Agam kemudian melakukan evakuasi. Kerangka tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk menjalani proses identifikasi.
“Tengkorak dan bagian tulang manusia itu langsung kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan identifikasi,” katanya.
Fauzan menyebut masih terdapat lebih dari 15 orang yang belum ditemukan di wilayah Salareh Aia Timur pascabencana tersebut. Meski demikian, pihak nagari belum mengaitkan penemuan kerangka kali ini dengan salah satu warga yang hilang.
Penemuan kerangka tersebut menambah daftar temuan bagian tubuh manusia di kawasan Salareh Aia Timur setelah bencana. Sebelumnya, bagian tubuh manusia juga ditemukan di kawasan Simpang Dingin, Jorong Subarang Aia, pada 16 Januari 2026.
Namun kepastian mengenai identitas kerangka dan penyebab kematiannya akibat galodo November 2025 masih menunggu hasil pemeriksaan dan identifikasi dari pihak yang berwenang. (*)










