Covesia.co.id — Kebakaran melanda kawasan pertokoan di Jalan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (12/10/2026) pagi.
Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya tujuh bangunan serta sejumlah kendaraan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp3 miliar.
Tujuh bangunan yang terdampak terdiri dari tiga unit ruko, dua toko, dan dua rumah petak kayu.
Selain itu, si jago merah juga membakar dua unit bentor, tujuh unit sepeda motor, dua gerobak kontainer minuman, serta satu unit pom mini.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan, menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel begitu menerima laporan dari warga terkait adanya suara ledakan di lokasi kejadian.
”Laporan masuk ke Mako Damkar pada pukul 07.35 WIB. Petugas langsung berangkat dua menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.49 WIB,” ujar Budi Payan saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran diduga bermula setelah seorang saksi mendengar suara ledakan dari bangunan di sebelahnya yang digunakan sebagai gudang bahan bakar minyak (BBM).
Saksi kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Proses pemadaman berlangsung di tengah kawasan padat pertokoan dengan akses jalan yang sempit.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, yang terdiri dari delapan unit Damkar Kota Padang, satu unit Damkar Semen Padang, dan satu unit Damkar Universitas Andalas (Unand).
”Sebanyak 85 personel terlibat dalam penanganan kebakaran bersama unsur TNI, Polri, PLN, PMI, pihak Kelurahan Limau Manis, dan kelompok siaga bencana penanganan kebakaran ini selesai pada pukul 08.40 WIB,” katanya.
Dalam kejadian ini, satu orang warga bernama Isul (47) mengalami luka bakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sebanyak lima kepala keluarga atau 22 orang terdampak dan dilaporkan mengungsi.
Meski kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp3 miliar, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai Rp500 juta. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (*)










