Covesia.co.id – Kabut asap yang menyelimuti Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir, yang diduga berasal dari Karhutla provinsi tetangga, hingga saat ini belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Pgs. General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Erwin Adiyasha, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan jarak pandang (visibility) secara berkala bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya, jarak pandang di kawasan bandara saat ini masih berada di atas batas minimum keselamatan sehingga kondisi tersebut masih dinyatakan aman bagi aktivitas penerbangan.
“BIM terus memantau jarak pandang (visibility) secara berkala bersama pihak BMKG. Jarak pandang saat ini masih berada di atas batas minimum keselamatan dan dinyatakan aman bagi aktivitas penerbangan,” ungkap Erwin kepada Covesia.co.id, Sabtu (15/8).
Erwin menjelaskan, secara operasional kabut asap belum memberikan gangguan atau pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas penerbangan di BIM.
Lebih lanjut ia menyampaikan hingga saat ini belum ada penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay), pembatalan, maupun pengalihan pendaratan (divert) yang disebabkan oleh kabut asap.
“Seluruh jadwal penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, masih beroperasi dengan normal,” ujarnya.
Bandara Internasional Minangkabau memiliki rata-rata pergerakan lalu lintas penerbangan sekitar 50 penerbangan per hari, yang mencakup penerbangan kedatangan dan keberangkatan.
Erwin menambahkan, pemantauan kondisi cuaca akan terus dilakukan secara intensif. Pihak BIM berkoordinasi dengan BMKG dan AirNav untuk memastikan kondisi penerbangan tetap aman.
“Pemantauan akan terus dilakukan secara intensif terkait kondisi cuaca bersama BMKG dan AirNav,” tutupnya. (*)










