Covesia.co.id – Kabut asap kembali terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Rabu (7/10/2026) pagi.
Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara Kota Padang yang terpantau berada pada kategori sangat tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 06.00 WIB, Rabu 7 Oktober 2026, indeks kualitas udara (AQI) di Padang berada di angka 220 atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Dalam data tersebut, polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 145 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Data IQAir itu berasal dari satu stasiun pemantauan yang tercantum sebagai Mercier x Duchessa x Santika.
Kondisi tersebut sejalan dengan munculnya kabut asap yang terlihat di sejumlah wilayah Padang sejak pagi.
Udara tampak berkabut dan kondisi tersebut dirasakan warga ketika mulai melakukan aktivitas di luar rumah.
Sejumlah warga mengaku kondisi udara pagi ini terasa berbeda. Selain pandangan yang tampak berkabut, udara juga dinilai kurang nyaman untuk dihirup.
“Dari pagi sudah kelihatan berkabut. Udara juga terasa kurang nyaman ketika keluar rumah,” Randi, Warga Tunggul Hitam.
Ia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama, terutama karena banyak masyarakat mulai beraktivitas sejak pagi, termasuk anak-anak yang berangkat sekolah.
“Kalau asap semakin tebal tentu kami khawatir, terutama untuk anak-anak. Mudah-mudahan segera turun hujan dan udara kembali bersih,” katanya.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel tersebut berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Dengan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat, masyarakat diimbau lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan terhadap kondisi tersebut.
“Berdasarkan pengamatan kasat mata, terlihat adanya kondisi kabut asap di beberapa wilayah,” kata Ricky, Rabu (7/10/2026).
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat.
BPBD juga meminta masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar rumah sebagai langkah perlindungan terhadap paparan udara yang tidak sehat.
“Gunakan masker saat berada di luar ruangan, perbanyak minum air putih, dan segera beristirahat apabila merasa tidak nyaman atau mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kondisi udara, seperti pembakaran sampah maupun pembakaran lahan secara terbuka. (*)










