Covesia.co.id — Kualitas udara Kota Padang pada Jumat (2/10/2026) pagi berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan kembali terlihatnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Padang.
Berdasarkan pantauan IQAir sekitar pukul 06.40 WIB, kualitas udara Kota Padang tercatat berada pada kategori tidak sehat. Data IQAir juga menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) Padang berada di level tinggi pada pagi hari.
Kondisi tersebut melanjutkan situasi kualitas udara yang memburuk sejak sehari sebelumnya. Pada Kamis (1/10/2026) pukul 08.00 WIB, IQAir mencatat AQI Kota Padang mencapai 167, yang masuk kategori tidak sehat, dengan polutan utama PM2.5 mencapai 78 mikrogram per meter kubik.
Kabut asap juga kembali terlihat secara kasat mata di sejumlah kawasan Kota Padang. Kondisi tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi di kawasan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, pada Kamis (1/10/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova mengimbau siswa menggunakan masker ketika beraktivitas di lingkungan sekolah sebagai langkah antisipasi terhadap dampak asap.
“Karena cuaca masih sering berubah dan fluktuatif, penggunaan masker masih kita imbau kepada pihak sekolah,” kata Yopi, Kamis (1/10/2026).
Sementara itu, kondisi udara di Padang juga mendapat perhatian karena kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia lebih berisiko terdampak ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat.
Berpotensi Asap atau Kabut
Kondisi kabut asap tersebut juga sejalan dengan prakiraan cuaca. BMKG sebelumnya memasukkan Kota Padang dalam wilayah yang berpotensi mengalami asap atau kabut.
Namun, untuk Jumat (2/10/2026), BMKG memprakirakan Kota Padang masih memiliki peluang hujan ringan. Secara umum, BMKG memperkirakan hujan ringan terjadi di sejumlah kota di Sumatera pada hari yang sama.
Kemunculan kembali kabut asap di Padang terjadi ketika sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan juga masih menghadapi persoalan kualitas udara akibat asap dan kebakaran hutan dan lahan. (*)










