Covesia.co.id – Perang antara Iran dan Amerika Serikat jilid II yang kian memanas, turut mengancam pasokan energi dunia.
Iran yang telah menutup selat Hormuz dari pelayaran Internasional, kali ini berencana menutup jalur Laut Merah. Kelompok milisi Houthi di Yaman diminta menjadi eksekutor dalam rencana ini.
Dilansir dari Reuters, gagasan ini sudah menjadi pembahasan para pemimpin senior Iran. Permintaan untuk menutup laut Merah ini sudah disampaikan kepada Houthi, dan akan dilaksanakan apabila militer Amerika Serikat menyerang infrastuktur energi dan kelistrikan Iran.
Menurut sumber yang diperoleh Reuters, Houthi telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang pelayaran internasional.
Posisi untuk menembakkan drone dan rudal telah ditempatkan di sekitar laut Merah, tepatnya di kawasan dataran tinggi Yaman yang menghadap hodeidah dan teluk Aden. Houthi hanya menunggu perintah untuk melakukan penyerangan.
Sumber tersebut juga mengatakan keputusan mengenai kapan Selat Bab el-Mandeb akan ditutup berada di tangan perwakilan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang telah berada di Yaman.
Apabila ancaman terhadap Bab el-Mandeb benar-benar direalisasikan, krisis energi global diperkirakan akan semakin memburuk. Sebab, Iran sebelumnya telah menutup Selat Hormuz, sementara Bab el-Mandeb merupakan jalur utama kedua bagi ekspor minyak Timur Tengah.
Jika kedua jalur tersebut terganggu secara bersamaan, maka dua koridor ekspor minyak terpenting di kawasan akan lumpuh sekaligus, membuka babak baru dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat sekaligus memperdalam krisis energi dunia. (*)










