Covesia.co.id – Tingkat inklusi keuangan di Sumatera Barat mencapai 95,37 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, melampaui capaian nasional sebesar 93,61 persen, namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pentingnya peningkatan literasi agar masyarakat memahami manfaat dan risiko produk keuangan.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menyampaikan hal tersebut dalam Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Sumatera Barat 2026 yang diselenggarakan OJK bersama industri jasa keuangan dan para pemangku kepentingan di Basko Grand Mall, Kota Padang, Minggu (1/11/2026) kemaren.
Kegiatan bertema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera” tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari unsur industri jasa keuangan, instansi vertikal, dan masyarakat umum.
Roni mengatakan, capaian inklusi keuangan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal oleh masyarakat Sumatera Barat.
“Capaian ini menunjukkan semakin banyak masyarakat Sumatera Barat yang telah memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal. Namun demikian, tantangan ke depan bukan hanya membuka akses keuangan, tetapi juga memastikan masyarakat memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk keuangan,” jelas Roni melalui rilis pers yang diterima Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, peningkatan akses keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan secara bijak dan terhindar dari berbagai risiko.
OJK juga terus mendorong peningkatan literasi keuangan untuk melindungi masyarakat dari aktivitas keuangan ilegal, termasuk investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan penipuan digital.
Selain perlindungan konsumen, OJK mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Khusus di Sumatera Barat yang memiliki kerentanan terhadap bencana alam, OJK turut mendorong peningkatan pemahaman dan pemanfaatan produk keuangan yang memberikan perlindungan, termasuk asuransi, guna membantu masyarakat menghadapi berbagai risiko keuangan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat, mengatakan perkembangan teknologi digital membuka peluang untuk mempercepat pemerataan akses keuangan hingga ke wilayah nagari dan perdesaan.
“Dengan layanan keuangan digital, masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih cepat, mudah, dan efisien tanpa terkendala jarak dan waktu. Hal ini menjadi peluang strategis bagi Sumatera Barat untuk memperluas inklusi keuangan, memperkuat daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke wilayah nagari dan perdesaan,” kata Arry.
Melalui rangkaian kegiatan BIK 2026, OJK bersama pemerintah daerah, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya terus memperluas edukasi keuangan, pembukaan rekening dan akses produk keuangan, fasilitasi pembiayaan, serta pemberdayaan masyarakat.
OJK berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong inklusi keuangan yang berkualitas, meningkatkan perlindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian Puncak Bulan Inklusi Keuangan Sumatera Barat 2026, Kantor OJK Provinsi Sumatera Barat juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan edukasi dan perlombaan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi Sitkom Inklusi Keuangan bersama influencer Garundang, Lomba Mewarnai untuk anak usia 5–9 tahun, Lomba Dance, serta Lomba Fun Games Inklusi Keuangan.
Pada Lomba Mewarnai, Sofiya Zuyina Khalis meraih juara pertama, Shaqueena Adelia Nazneen juara kedua, dan Fathan Alfarizqi Yunil juara ketiga.
Sementara itu, Azzalea Malika Alwendo meraih Harapan I, Silvi Queen Nafisha meraih Harapan II, dan Azkyara Malika Alwendo meraih Harapan III.
Pada Lomba Dance, Ganevo Dancer keluar sebagai juara pertama, disusul No Limit No Money sebagai juara kedua dan Lil’ke sebagai juara ketiga.
Adapun Shiny Dance Crew meraih Harapan I, Mutiara Kids meraih Harapan II, dan Sugar Honey meraih Harapan III.
Dalam Lomba Fun Games Inklusi Keuangan, Team A yang beranggotakan Muhammad Rifaldo, Muhammad Taufik Hidayat, Muhamad Gusti Fajri, Yundarita Hazni, dan M. Arsyad Hilmi meraih juara pertama.
Sementara itu, juara kedua diraih Team B yang beranggotakan Muhammad Hamka, Muhammad Idris, Rahmadani, Ridho Rahman, dan Ainila Pradi Sespen.
OJK bersama pemerintah daerah dan seluruh industri jasa keuangan berkomitmen terus memperkuat sinergi untuk memperluas akses serta meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui upaya tersebut, perluasan akses keuangan diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat secara berkelanjutan. (*)










