Covesia.co.id — Seorang penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ambu-Ambu melahirkan dalam perjalanan dari Dermaga Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, menuju Dermaga Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (8/8/2026) dini hari.
Penumpang tersebut diketahui bernama Berlisnda Tri Yulia Hulu. Ia melahirkan di atas kapal saat posisi KMP Ambu-Ambu berada sekitar 50,5 nautical mile (Nm) dari Pelabuhan Bungus, Padang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan proses persalinan berlangsung dengan bantuan perawat yang berada di atas kapal. Ibu dan bayi dilaporkan dalam kondisi selamat.
“Informasi awal yang kami terima adalah adanya penumpang yang membutuhkan penanganan medis karena akan melahirkan di atas kapal. Kemudian perawat yang ada diatas kapal melakukan tindakan persalinan, dan berjalan lancar. Ibu dan bayi selamat,” ujar Abdul Malik, Jumat (8/8/2026).
Menurut Abdul Malik, setelah proses persalinan selesai, pihak kapal meminta tim SAR untuk melakukan evakuasi dari kapal menuju ambulans setibanya di Dermaga ASDP Bungus.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Kantor SAR Padang mengerahkan tim rescue bersama Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Yudhistira sebanyak sembilan personel menuju Dermaga Bungus pada Kamis (7/8/2026) malam.
Tim tiba di Dermaga Bungus sekitar pukul 22.41 WIB dan langsung melakukan koordinasi serta persiapan evakuasi.
KMP Ambu-Ambu kemudian tiba dan bersandar di Dermaga Bungus sekitar pukul 03.48 WIB, Jumat (8/8/2026). Tim SAR langsung melakukan evaluasi terhadap kondisi ibu dan bayi sebelum proses evakuasi dilakukan.
“Setelah kapal sandar, tim langsung melakukan evaluasi dan mengevakuasi survivor. Pada pukul 04.25 WIB, proses evakuasi selesai dan survivor selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju RS Yos Sudarso untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Abdul Malik.
Ia menjelaskan, operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas, ASDP, KSOP, Distrik Navigasi, serta RS Yos Sudarso.
Sebelumnya, Kantor SAR Padang juga telah berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) untuk memastikan komunikasi dengan kapal serta dengan pihak ASDP Bungus terkait perkembangan kondisi penumpang.
Setelah proses evakuasi selesai dan seluruh unsur melaksanakan debriefing pada pukul 04.35 WIB, operasi SAR tersebut diusulkan untuk ditutup. (*)










