Menu ✖

Mode Gelap
Lapangan Golf Fauzi Bahar di Aia Dingin Ternyata Sempat Direncanakan di Padang Sarai Indeks Udara Padang Tembus Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Asal Kabut Asapnya Kisah di Balik Kibaran Merah Putih yang Nyaris Menyatukan Indonesia-Malaysia Membuka Akses di Ujung Negeri: Kisah Yogi dan Dilema Hukum di Mentawai BNNP Sumbar Amankan 55 Orang dalam Razia Narkoba di Padang Besok Pacu Kuda Bupati Cup Tanah Datar Dibuka, 65 Kuda Ambil Bagian

News

Heboh! Beras Bansos di Siberut Utara Menghitam dan Menguning

Safira Ariel Putribadge-check

Heboh! Beras Bansos di Siberut Utara Menghitam dan Menguning Perbesar

Covesia.co.id – Beras bantuan sosial (Bansos) dari Bulog untuk masyarakat di Kecamatan Siberut Utara berstatus ditolak pemerintah setempat. Hal ini dikarenakan beras tersebut diduga tak layak konsumsi karena menghitam dan menguning.

Informasi ini santer beredar di tengah masyarakat Siberut dan media sosial. Tampak beras diduga mengalami kerusakan dan tidak segar lagi.

Hal ini dibenarkan camat Siberut Utara, Panukanan Saguntung saat covesia.co.id melakukan konfirmasi melalui seluler pada Kamis (8/10/2026).

“Ya benar, beras Bansos dari Bulog yang datang ke kami sebagian dalam kondisi tak layak. Sudah menghitam dan menguning. Jangankan manusia, dikasih ke binatang saja tak layak juga,”  kata Panukanan.

Dikatakan Panukanan, beras yang datang untuk Bansos masyarakat Siberut Utara ini merupakan menyalurkan periode ke 3 tahun 2026 dengan jumlah 40,6 ton. Ditambahkannya, periode sebelumnya juga kualitas beras juga sama, diduga tak layak konsumsi.

“Kami kecewa. Karena ini sudah periode ke-3. Periode pertama dan kedua juga begitu. Sebagian berasnya sudah rusak, sudah membusuk. Apalagi periode kedua, sangat parah. Sekarang kami tolak. Tak mau terima beras kayak gini,” katanya.

Dengan status ditolak, Beras Bansos ini belum bisa disalurkan ke masyarakat penerima manfaat di sejumlah desa di Kecamatan Siberut Utara.

“Belum disalurkan. Berasnya masih kami tahan di gudang kantor camat dan gudang di pelabuhan. Sampai ada kejelasan dari Bulog,” katanya lagi.

Bagi Panukanan, beras Bansos ini tidak akan diserahkan ke pihak mana pun sampai ada pengganti dari pihak Bulog. Persoalan ini sudah disampaikan ke Bupati Mentawai dan Dinas Pangan Kabupaten Mentawai.

“Kami akan tahan berasnya sampai ada pengganti dari Bulog. Persoalan ini sudah saya sampaikan ke Bupati dan Dinas Pangan, ” Kata Panukanan.

Diketahui beras Bulog untuk Bansos ini masuk ke Siberut Utara pada tanggal 29 September 2026 silam. Rencananya, beras akan disalurkan untuk masyarakat penerima manfaat di lain Muara Sikabaluan, Sirilogui, Malancan, Bojakan, Monganpoula dan Sotboyak.

Beras Siberut Barat Jadi Tertahan

Dengan adanya persoalan di Siberut Utara, beras Bansos Bulog untuk Siberut Barat menjadi tertahan. Pihak kecamatan belum menerima beras tersebut.

“Beras untuk Siberut Barat masih tertahan di pelabuhan Pokai, daerah Sikabaluan Siberut Utara,” kata Camat Siberut Barat, Sartoli ketika dikonfirmasi covesia.co.id.

Dirinya belum bisa memberikan keterangan terkait persoalan kualitas beras dan penyebab beras tertahan di pelabuhan Pokai.

“Saya belum berani bilang penyebab tertahan disana dan soal isu kualitas beras. Karena kami belum menerima berasnya. Perlu dicek dulu secara mandiri oleh kami,” kata Sartoli.

Saat ini pihaknya masih menunggu kedatangan beras Bansos dari Bulog tersebut. Jika ada masalah, akan dibuat dokumentasi dan laporan ke Bupati Mentawai.

“Kalau sudah datang ke sini (Siberut Barat-red), akan kami cek langsung. Kalau bermasalah akan kami dokumentasikan dan lapor ke Bupati, ” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Covesia.co.id masih berupaya untuk melakukan konfirmasi ke pihak Perum Bulog Kanwil Sumatera Barat. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Lapangan Golf Fauzi Bahar di Aia Dingin Ternyata Sempat Direncanakan di Padang Sarai

18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kisah di Balik Kibaran Merah Putih yang Nyaris Menyatukan Indonesia-Malaysia

18 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Membuka Akses di Ujung Negeri: Kisah Yogi dan Dilema Hukum di Mentawai

18 Oktober 2026 - 09:08 WIB

BNNP Sumbar Amankan 55 Orang dalam Razia Narkoba di Padang

18 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Besok Pacu Kuda Bupati Cup Tanah Datar Dibuka, 65 Kuda Ambil Bagian

17 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Trending Topik News