Covesia.co.id — Tim SAR gabungan masih belum menemukan Amri Anto (51), warga Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, yang dilaporkan terseret arus banjir bandang pada Jumat (18/9/2026).
Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu (20/9/2026), tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan luas area pencarian sekitar 2 kilometer.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
“Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan luas search area sekitar dua kilometer yang dibagi menjadi dua SRU,” kata Abdul Malik dalam laporan perkembangan operasi SAR, Minggu (20/9/2026).
Pencarian dilakukan di sejumlah titik yang telah ditentukan menggunakan berbagai peralatan SAR, di antaranya LCR, Aqua Eye, drone thermal, excavator, peralatan medis, komunikasi dan peralatan SAR lainnya.
Namun hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB, korban belum ditemukan.
“Hasil pencarian hari ini masih nihil. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok, Senin (21/9/2026), pukul 07.00 WIB,” ujar Abdul Malik.
Peristiwa banjir bandang tersebut terjadi pada Jumat (18/9/2026). Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Sekitar pukul 17.15 WIB, banjir bandang menerjang wilayah Kampung Parit, Jorong Tonang Raya.
Akibat kejadian tersebut, satu warga, Amri Anto, dilaporkan terseret arus banjir saat menyeberangi sungai.
Dalam operasi pencarian hari ketiga, unsur yang terlibat terdiri dari tujuh personel Pos SAR Pasaman, enam personel Unit Siaga SAR Agam, 20 personel Polres Pasaman, 11 personel BPBD Pasaman, empat personel Kodim 0305, lima local hero serta sekitar 30 masyarakat.
Tim SAR gabungan akan kembali melakukan pencarian pada Senin (21/9/2026) pagi dengan menggunakan peralatan yang telah disiapkan untuk mendukung proses pencarian korban. (*)










