Covesia.co.id – Jenazah Prajurit Satu (Pratu) Rizki Kurniawan diperkirakan tiba di kampung halamannya di Kampung Koto, Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (19/8/2026).
Almarhum kemudian dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdiannya kepada negara.
Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di halaman mushola dekat rumah duka. Prosesi dilanjutkan dengan upacara persemayaman sekitar pukul 13.00 WIB dan salat jenazah di musala Nurul Ikhlas.
Pemakaman secara militer dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB di makam keluarga yang berjarak sekitar 500 meter dari mushola. Upacara pemakaman dipimpin Danrem 032/Wira Braja, Brigjen TNI Aji Mimbarno sebagai Inspektur Upacara dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pesisir Selatan.
Camat IV Jurai, Abadi Jaya, mengatakan seluruh rangkaian penyambutan hingga pemakaman telah dipersiapkan bersama keluarga dan unsur terkait.
“Pemakaman dilakukan secara militer dan Inspektur Upacaranya Danrem 032/Wbr. Forkopimda Kabupaten Pesisir Selatan juga diundang untuk hadir,” ujar Abadi.
Menurut Abadi, sebelum menuju lokasi pemakaman, jenazah terlebih dahulu mendapat penghormatan melalui prosesi persemayaman. Keluarga juga melaksanakan rangkaian adat sebagai bagian dari penghormatan kepada almarhum.
“Kami berharap seluruh rangkaian penyambutan hingga pemakaman dapat berjalan lancar dan khidmat,” katanya.
Pratu Rizki Kurniawan merupakan prajurit TNI yang telah mengabdikan diri sejak 2019. Setelah menjalani pendidikan dan penugasan di lingkungan TNI AD, Rizki mendapat tugas ke Papua sejak April 2026.
Kepala Penerangan Korem 032/Wira Braja, Mayor Inf. Yandra, mengatakan selama berada di Papua, Rizki menjalankan tugas pengamanan dalam rangka menjaga keamanan wilayah, termasuk mengamankan objek vital nasional.
“Pratu Rizki Kurniawan merupakan prajurit yang bergabung dengan TNI sejak tahun 2019. Sejak April 2026, almarhum melaksanakan tugas di Papua dalam rangka pengamanan objek yang menjadi perhatian nasional,” ujar Yandra.
Yandra mengatakan tugas di Papua merupakan bagian dari pengabdian Rizki sebagai prajurit. Penugasan tersebut dijalankan sebagai tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan stabilitas wilayah.
“Almarhum melaksanakan tugas sebagai prajurit dengan penuh tanggung jawab. Penugasan di Papua merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara,” katanya.
Kepergian Rizki meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat di kampung halamannya. Prosesi pemakaman secara militer menjadi penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum selama menjadi prajurit TNI.
Bagi keluarga, kepulangan Rizki bukan sekadar kembalinya seorang anak ke rumah. Ia pulang untuk terakhir kalinya setelah menjalankan tugas negara jauh dari kampung halaman.










