Covesia.co.id – Sebuah gudang pengolahan kopra di Jalan Seberang Padang No. 76, Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, terbakar pada Selasa (14/7/2026) petang. Diduga api berasal dari tungku pemanggangan kopra yang tidak terkendali dan mengenai bagian bangunan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan menyebutkan laporan kebakaran diterima Damkar Kota Padang pada pukul 18.35 WIB. Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 18.38 WIB, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 2,7 kilometer dari Pos 2.
“Tim tiba di lokasi pada pukul 18.46 WIB dan berhasil menuntaskan proses pemadaman. Proses pemadaman tuntas dilakukan pukul 19.21 WIB, ” Kata Budi Payan kepada Covesia.co.id, Selasa malam.
Dijelaskannya, Kebakaran terjadi di bagian tungku pemanggangan gudang pengolahan kopra. Berdasarkan keterangan saksi, api bermula saat proses produksi pembakaran kopra berlangsung. Kobaran api diduga tidak sengaja menyambar bagian lain bangunan hingga membesar dan sulit dikendalikan.
“Api dari tungku menyambar sisi bangunan di lokasi tungku pemanggangan dan membesar. Karyawan di sana sempat mencoba untuk mengendalikan api, namun gagal. Karena api sudah tidak bisa dikendalikan, saksi melapor ke pemadam kebakaran, ” Katanya.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa tersebut menghanguskan satu bagian gudang dengan luas sekitar 6 x 3 meter persegi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Namun, berkat kesigapan petugas, aset senilai sekitar Rp800 juta berhasil diselamatkan.
Upaya pemadaman juga mencegah api merembet ke empat bangunan lain yang berada di sekitar lokasi dengan potensi area terdampak mencapai sekitar 400 meter persegi.
Gudang tersebut diketahui milik Nono Usmanto (68), seorang wirausaha. Sementara saksi yang pertama kali melaporkan kejadian adalah Alfilson (24), seorang pekerja swasta yang saat itu sedang berada di lokasi produksi.
Dalam operasi pemadaman, Damkar Kota Padang mengerahkan empat unit armada dan 50 personel. Penanganan di lapangan turut mendapat dukungan dari unsur TNI, pihak Kecamatan Padang Selatan, Lurah Seberang Padang, serta PMI.
Petugas menyebut proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena lokasi berada di kawasan permukiman padat dengan akses jalan yang sempit.
Meski demikian, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya. (*)










