Covesia.co.id — Dua pelajar yang dilaporkan hanyut di dua sungai berbeda di Kota Padang, Sumatera Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Minggu (16/8/2026).
Kedua kejadian tersebut berlangsung pada waktu dan lokasi berbeda, namun proses pencarian keduanya berakhir hampir bersamaan pada Minggu pagi.
Korban pertama adalah Josua Perkasa (15), pelajar yang hanyut setelah mandi bersama tiga rekannya di Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, pada Jumat (14/8/2026) sore.
Sementara korban kedua adalah Zahir (11), yang dilaporkan tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Batang Kuranji, kawasan Air Tawar Barat, pada Sabtu (15/8/2026) siang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan kedua korban ditemukan pada Minggu pagi dalam operasi SAR yang dilakukan secara terpisah di masing-masing lokasi.
“Untuk korban di Batang Arau, korban ditemukan sekitar pukul 08.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Sementara korban di Batang Kuranji ditemukan sekitar pukul 08.15 WIB, juga dalam kondisi meninggal dunia,” kata Abdul Malik pada Minggu pagi.
Josua sebelumnya dilaporkan terseret arus Sungai Batang Arau pada Jumat sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, Josua bersama tiga rekannya mandi di sungai setelah pulang sekolah. Arus sungai kemudian menyeret mereka.
Warga yang melihat kejadian berupaya memberikan pertolongan. Tiga pelajar, yakni Orlen Ananta Purnama Gulo (12), Rivaldo Laia (13), dan Mai Putra Jaya Zega (13), berhasil diselamatkan. Namun Josua terbawa arus dan dinyatakan hilang.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang pada Jumat malam. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai hingga menuju kawasan perairan.
Pada Minggu pagi, pencarian kembali dilanjutkan dengan membagi tim menjadi beberapa search and rescue unit (SRU). Salah satu tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dari lokasi kejadian, sementara tim lainnya melakukan pencarian hingga ke arah perairan Kota Padang.
Sekitar pukul 08.05 WIB, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Josua di perairan dengan koordinat 1°4’48″S – 100°16’19″T. Lokasi penemuan berjarak sekitar 8,8 nautical mile (NM) dari lokasi awal kejadian, atau berasa di wilayah perairan Bungus Teluk Kabung.
Korban kemudian dievakuasi menuju posko dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Peristiwa kedua terjadi sehari kemudian di Sungai Batang Kuranji, kawasan Air Tawar Barat. Zahir, 11 tahun, dilaporkan tenggelam sekitar pukul 13.15 WIB pada Sabtu (15/8/2026) ketika mandi bersama teman-temannya.
Upaya pencarian awal dilakukan warga di sekitar lokasi. Namun hingga Sabtu, korban belum ditemukan sehingga pencarian dilanjutkan tim SAR gabungan pada Minggu pagi.
Pada pukul 07.00 WIB, tim SAR kembali melakukan pencarian dengan luas area sekitar 2 NM dari lokasi kejadian. Penyisiran dilakukan di sekitar aliran sungai dengan menggunakan perahu karet.
Sekitar pukul 08.15 WIB, atau hanya berselang sekitar 10 menit setelah penemuan Josua di kawasan perairan, tim SAR gabungan menemukan Zahir sekitar 150 meter dari lokasi kejadian, tepatnya ke arah barat daya.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Abdul Malik.
Dua operasi SAR tersebut kemudian ditutup setelah seluruh korban ditemukan. Tim yang terlibat dalam pencarian melakukan debriefing sebelum kembali ke kesatuan masing-masing.
Abdul Malik mengingatkan masyarakat, terutama orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di sungai. Kondisi arus sungai dapat berubah dengan cepat, terutama ketika terjadi hujan di wilayah hulu.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian terhadap dua pelajar yang hanyut di lokasi berbeda tersebut dinyatakan selesai.
Kedua kejadian sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi cuaca dan arus sungai ketika melakukan aktivitas di sekitar perairan. (*)










