Covesia.co.id – Dua peristiwa kebakaran rumah terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dalam rentang waktu berdekatan.
Kebakaran pertama terjadi pada Jumat (7/8/2026) sore di Kampung Akad, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, disusul kebakaran kedua pada Sabtu (8/8/2026) dini hari di kawasan Teluk Belibis, Sianik, Nagari Sago Salido.
Kebakaran pertama terjadi di rumah semi permanen milik Siti Khadijah (40), warga Kampung Akad, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang. Peristiwa dilaporkan kepada petugas sekitar pukul 16.30 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, Saat kebakaran terjadi, dirumah hanya ada Siti Khadijah bersama bayinya. Sementara suaminya sedang pergi memancing.
Api diketahui berasal dari area dapur ketika korban sedang beristirahat bersama anaknya.
Korban yang menyadari adanya kobaran api kemudian menyelamatkan diri bersama bayinya dan meminta pertolongan warga.
Petugas Damkar Regu A Pos Damkar Kambang bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kebakaran kedua terjadi beberapa jam kemudian, tepatnya pada Sabtu (8/8/2026) dini hari, di Teluk Belibis, Sianik, Nagari Sago Salido.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi mengatakan dua peristiwa kebakaran tersebut, menghanguskan masing-masing satu rumah.
“Ya, ada dua peristiwa kebakaran di Pesisir Selatan dalam waktu berdekatan. Masing-masing menghanguskan satu rumah, ” Kata Dongki Agung kepada Covesia.co.id Sabtu (8/8/2026) pagi.
Untuk kebakaran di Nagari Sago Salido, Petugas belum bisa memprediksi dari nama arah api.
Korban mengetahui rumahnya terbakar setelah api sudah membesar di tengah rumah.
Korban pun langsung keluar dan memanggil warga sekitar untuk pemadaman..
“Kebakaran yang pertama diduga dari arah dapur. Sedangkan kebakaran kedua belum diketahui asal api. Penghuni terbangun karena api sudah membesar. Kemudian lari keluar meminta pertolongan ke warga sekitar.
Di Sago Salido, satu unit rumah terbakar habis. Petugas pemadam. Api agar tidak merembet ke rumah lain.
Dalam kejadian itu, petugas memperkirakan sejumlah bangunan di sekitar lokasi berhasil diselamatkan.
Aset yang terselamatkan terdiri dari satu rumah semi permanen berukuran 6 x 8 meter, dua unit rumah permanen serta satu rumah permanen yang masih dalam tahap pembangunan sekitar 50 persen, dengan nilai keseluruhan diperkirakan mencapai Rp400 juta.
“Alhamdulillah, beberapa bangunan di sekitar lokasi berhasil diselamatkan sehingga potensi kerugian yang lebih besar dapat diminimalkan,” kata Dongki.
Untuk penanganan kebakaran di Teluk Belibis, Damkar Pesisir Selatan mengerahkan satu unit mobil pompa berkapasitas 5.000 liter. Operasi melibatkan personel Damkar, masyarakat setempat serta personel BPBD.
Petugas melakukan penanganan sejak pukul 04.38 WIB hingga 05.30 WIB. Setelah proses pemadaman, pendinginan dan overhaul selesai, tempat kejadian kebakaran dinyatakan terkendali sesuai standar operasional prosedur.
Dongki mengatakan penyebab kebakaran di Teluk Belibis masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah atau ketika menggunakan peralatan yang berpotensi menjadi sumber api,” katanya.
Dua kejadian kebakaran tersebut menjadi perhatian karena berlangsung dalam waktu kurang dari 12 jam di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.
Masyarakat diminta segera melaporkan setiap kejadian kebakaran kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. (*)










