Menu ✖

Mode Gelap
Mancing Berujung Petaka, Satu Warga Kerinci Hanyut di Sungai Sangir Solsel GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KA Pariaman Ekspres Kini Singgah di Shelter Kampung Jua Mahyeldi Imbau Masyarakat Sumbar Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga 10 November Reaktivasi Jalur KAI Sumbar, Vagub Vasko: Pemprov Siap Bantu Sosialisasi ke Masyarakat Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Padang, Dua Pria Ditangkap Tiga Kali Masuk Penjara, Pria di Sijunjung Kembali Ditangkap Kasus Curanmor

Sport

Drama Piala Dunia 2026: Tangisan Messi Hingga Pahlawan Timnas Spanyol

Fitratul Husnabadge-check

Drama Piala Dunia 2026: Tangisan Messi Hingga Pahlawan Timnas Spanyol Perbesar

Covesia.co.id – Final Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan pertarungan taktik di atas lapangan hijau, tetapi juga drama emosional yang menguras air mata dan ketegangan tinggi.

Keberhasilan Spanyol merengkuh trofi berlapis emas di Stadion MetLife menyisakan sejumlah momen unik dan menarik yang akan terus diperbincangkan dalam sejarah sepak bola modern.

​Berikut adalah tiga sorotan utama yang membuat laga puncak kali ini begitu membekas:

​1. Ferran Torres: Dari Bangku Cadangan Menuju Status Pahlawan Negara

​Sebelum laga dimulai, perhatian publik tertuju pada duet wonderkid Lamine Yamal dan Nico Williams. Namun, sejarah justru memilih Ferran Torres sebagai aktor utama. Masuk sebagai pemain pengganti, penyerang Barcelona ini memecah kebuntuan pada menit ke-106 lewat sontekan magisnya. Gol tunggal di babak perpanjangan waktu tersebut langsung menyejajarkan namanya dengan Andrés Iniesta, pahlawan Spanyol pada Piala Dunia 2010. Torres membuktikan bahwa di turnamen besar, pahlawan bisa datang dari bangku cadangan.

​2. Tangis Emosional Lionel Messi di Penghujung Era

​Pemandangan paling menyayat hati di Stadion MetLife malam itu adalah tangisan Lionel Messi. Setelah peluit panjang berbunyi, megabintang berusia 39 tahun tersebut tidak dapat membendung air matanya saat berjalan menerima medali perak. Bagi Messi, laga ini diprediksi kuat menjadi tarian terakhirnya (The Last Dance) di panggung Piala Dunia. Kontras dengan senyum lebarnya di Qatar empat tahun lalu, air mata di New Jersey menandai akhir emosional dari era sang alien di turnamen terakbar jagat raya.

​3. Hujan Kartu Merah dan Ketegangan yang Meluap

​Pertandingan berjalan dengan tensi yang sangat tinggi sejak menit awal. Argentina harus bermain dengan 10 orang sejak babak kedua setelah Enzo Fernandez diusir keluar lapangan akibat kartu kuning kedua. Kehilangan satu pemain membuat lini pertahanan Albiceleste compang-camping menahan gempuran Spanyol.

​Ketegangan tidak berhenti sampai di situ. Begitu laga usai, friksi antarpemain kembali pecah di tengah lapangan yang berujung pada kartu merah langsung untuk gelandang Argentina, Leandro Paredes. Total dua kartu merah untuk Argentina ini menjadi bukti betapa keras dan frustrasinya sang juara bertahan meredam dominasi La Furia Roja.

​Dengan segala drama, kartu merah, dan air mata yang tumpah, Spanyol resmi mengawinkan gelar Euro dan Piala Dunia mereka, sementara Argentina harus merelakan takhta tertinggi mereka runtuh di tanah Amerika. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Lima Petinju Sumbar Berebut Tiket Semifinal dan Final di Piala AHY 2026 Hari Ini

22 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Padang Raih 267 Emas, KONI Sumbar Sahkan Hasil Akhir Porprov XVI 2026

21 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Kisah Kontingen Pessel: Bertahan di Porprov XVI Sumbar di Tengah Krisis Dana

14 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Balada Porprov Sumbar 2026: Terburu-buru, Atlet Nombok, Tapi Diklaim Lancar

14 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Gol Menit 90+4 Jadi Petaka, Semen Padang Kalah Dramatis dari Persikad Depok

12 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Trending Topik Sport