Covesia.co.id – Keluhan kendaraan mogok hingga mengalami kerusakan mesin setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Sumatera Barat mendapat perhatian DPRD Kota Padang.
Komisi II DPRD Padang bakal memanggil manajemen Pertamina untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, mengatakan pemanggilan akan dilakukan setelah kegiatan bimbingan teknis (bimtek) DPRD selesai dan sesuai arahan pimpinan.
“Iya, ada rencana (memanggil Pertamina). Setelah bimtek nanti sesuai dengan arahan pimpinan,” kata Rachmad (9/10/2026).
Rachmad menilai dugaan penurunan kualitas BBM perlu ditelusuri untuk mengetahui penyebab kendaraan warga mengalami kerusakan.
Menurutnya, pemeriksaan menggunakan pasta pendeteksi air di SPBU tidak menemukan indikasi kandungan air pada tangki penyimpanan.
“Kalau pandangan saya terhadap itu, bisa jadi terkait kualitas BBM-nya. Kalau masuk air kan tidak mungkin lagi, karena sudah dicek pakai pasta air di seluruh SPBU dan hasilnya tidak ada air,” ujarnya.
Meski demikian, penyebab pasti kerusakan kendaraan belum dapat disimpulkan. Hasil pemeriksaan awal yang menyatakan sampel BBM sesuai spesifikasi belum menjawab seluruh keluhan konsumen yang kendaraannya bermasalah setelah mengisi BBM.
Ratusan kendaraan masuk bengkel
Keluhan tersebut mencuat pada akhir September 2026. Sejumlah pengendara di Kota Padang melaporkan mesin kendaraan brebet, kehilangan tenaga, sulit dihidupkan hingga mogok setelah mengisi Pertalite.
Pemilik Bengkel Arka Berkah Mandiri di Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Hendra Febrian, mengaku menerima banyak kendaraan dengan keluhan serupa.
Pada 28 September 2026, Hendra memperkirakan sekitar 50 kendaraan telah datang ke bengkelnya dalam beberapa hari terakhir untuk menjalani pemeriksaan dan perbaikan.
Sebagian kendaraan mengalami gangguan pada sistem bahan bakar. Biaya perbaikan untuk kerusakan yang membutuhkan penggantian sejumlah komponen dilaporkan bisa mencapai sekitar Rp3 juta.
Persoalan ini tidak hanya dikeluhkan pengendara di Kota Padang. Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat pada 30 September 2026 menyebut telah menerima 108 aduan terkait persoalan Pertalite.
Laporan berasal dari sejumlah daerah, termasuk Padang, Bukittinggi, Pesisir Selatan, dan Dharmasraya.
Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi, juga menyampaikan adanya konsumen yang datang membawa sampel BBM yang diduga mengandung material asing dengan bentuk menyerupai semen. Sampel tersebut diserahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menanggapi keluhan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar melakukan pemeriksaan kualitas BBM di sejumlah SPBU.
Pertamina mengambil sampel Pertalite dari enam SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam. Sampel tersebut menjalani pemeriksaan, termasuk pengujian laboratorium untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang berlaku.
Dalam laporan pada 28 September 2026, Pertamina menyatakan pemeriksaan awal tidak menemukan campuran air pada sampel yang diuji. Nilai massa jenis atau density BBM juga disebut masih sesuai spesifikasi. Sampel turut diperiksa lebih lanjut oleh laboratorium Lemigas.
Namun, keluhan kendaraan rusak tetap membutuhkan penelusuran lebih lanjut agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti.
Pemeriksaan BBM, kondisi tangki penyimpanan, distribusi, serta komponen kendaraan yang terdampak menjadi bagian penting untuk mengungkap persoalan tersebut. (*)










