Covesia.co.id – Kapal Motor Halim Wijaya yang berangkat dari Sasak, Pasaman Barat dilaporkan mati mesin di perairan Angso Duo, Kota Pariaman pada Rabu (5/8/2026) malam.
Tim dari Kantor SAR Padang langsung mengerahkan personil dan kapal KN SAR Yudhistira untuk melakukan upaya penyelamatan. Pasalnya, kondisi cuaca dan ombak cukup mengancam keselamatan awak di KM Halim Wijaya.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya menerima laporan dari pemilik kapal, Medri, pada pukul 22.02 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
“Begitu laporan kami terima, tim segera kami kerahkan menggunakan KN SAR Yudhistira menuju lokasi kapal yang mengalami mati mesin. Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh awak kapal,” kata Abdul Malik.
Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas, KM Halim Wijaya yang memiliki panjang sekitar 17 meter berangkat dari Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, menuju Bungus, Kota Padang, sekitar pukul 10.00 WIB dengan membawa dua orang di atas kapal (person on board/POB).
Kedua awak kapal tersebut masing-masing bernama Ali (60), warga Nusa Tenggara Barat, dan Sapriadi (45), warga Bungus, Kota Padang.
Sekitar pukul 16.00 WIB, kapal mengalami kerusakan mesin saat berada di sekitar perairan Pulau Angso Duo. Upaya perbaikan yang dilakukan awak kapal hingga pukul 20.10 WIB tidak membuahkan hasil.
Selanjutnya pada pukul 21.00 WIB, awak kapal menghubungi pemilik kapal untuk meminta bantuan, sebelum akhirnya laporan diteruskan ke Kantor SAR Padang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Padang memberangkatkan KN SAR Yudhistira pada pukul 22.24 WIB dengan membawa sembilan personel SAR serta empat orang dari pihak pemilik kapal menuju lokasi kejadian. Jarak tempuh menuju lokasi diperkirakan sekitar 25,7 mil laut dengan estimasi waktu perjalanan sekitar satu jam.
Abdul Malik mengatakan proses operasi SAR menghadapi tantangan berupa cuaca hujan dengan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter serta kecepatan angin mencapai 10 knot.
“Tim tetap mengutamakan keselamatan dalam pelaksanaan operasi. Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan berupaya memberikan bantuan secepat mungkin kepada kapal yang mengalami kendala di laut,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih melakukan operasi penyelamatan. (*)










