Menu

Mode Gelap
Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

News

Di Balik Ledakan Bom Rakitan MAN 3 Padang, Orang Tua R Menanggung Syok Mendalam

badge-check

oplus_0 Perbesar

oplus_0

Covesia.co.id – Sejak ledakan bom rakitan mengguncang salah satu ruang kelas di MAN 3 Padang pada Selasa (14/7/2026), suasana di rumah siswa berinisial R (18) berubah drastis. Rumah yang biasanya tenang kini beberapa kali didatangi aparat kepolisian. Di tengah sorotan publik, kedua orang tua R harus menghadapi kenyataan pahit yang tak pernah mereka bayangkan.

Bagi keluarga, kabar bahwa R diduga merakit sekaligus meledakkan bom rakitan di sekolah menjadi pukulan yang sangat berat. Tetangga yang mengenal keluarga itu pun menyebut kedua orang tua R masih berada dalam kondisi terguncang.

Aini (38), tetangga R, menceritakan sejak peristiwa itu terjadi, ibu R hampir tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Ia bolak-balik dari rumah menuju Polresta Padang untuk mendampingi putranya menjalani pemeriksaan. Sementara sang ayah memilih tetap berada di rumah dalam kondisi syok setelah kediamannya didatangi banyak petugas kepolisian.

“Ayah dan ibunya sangat kaget. Ibunya sejak kemarin sibuk mendampingi R di Polresta Padang. Pulang hanya sebentar, lalu berangkat lagi. Ayahnya di rumah, tetapi masih syok karena banyak polisi yang datang,” ujar Aini kepada Covesia.co.id, Rabu (15/7/2026).

Menurut Aini, R selama ini dikenal sebagai remaja yang sopan, ramah, dan tidak pernah membuat keresahan di lingkungan tempat tinggalnya. Karena itu, kabar yang menyeret nama R dalam kasus ledakan bom rakitan membuat warga sekitar sulit mempercayainya.

“Selama ini R baik, sopan, dan ramah. Tidak ada yang terlihat aneh. Orang tuanya tentu sangat terpukul karena sama sekali tidak menyangka anaknya bisa melakukan hal seperti ini,” katanya.

Hal senada juga dirasakan warga sekitar. Mereka mengaku tidak pernah melihat perubahan perilaku yang mencolok pada diri R. Dalam kesehariannya, ia dinilai menjalani kehidupan seperti remaja pada umumnya.

“Kesehariannya sama seperti anak-anak seusianya. Kami tidak pernah melihat tanda-tanda dia mengalami perundungan atau tekanan mental,” ujar Aini.

Meski demikian, munculnya dugaan bahwa R menjadi korban perundungan (bullying) sebelum kejadian membuat warga berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Mereka meminta aparat tidak hanya mengungkap bagaimana bom rakitan itu dibuat, tetapi juga menelusuri seluruh faktor yang diduga melatarbelakangi peristiwa tersebut.

“Kalau memang benar ada perundungan, saya berharap hal itu juga menjadi perhatian aparat. Semua pihak yang terlibat harus diperiksa berdasarkan fakta yang ditemukan,” tuturnya.

Peristiwa ini meninggalkan luka bagi banyak pihak. Tidak hanya bagi sekolah dan para siswa, tetapi juga bagi sebuah keluarga yang kini harus menghadapi kenyataan pahit ketika anak yang mereka kenal baik terseret dalam kasus yang menggemparkan. Di sisi lain, kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan yang dialami remaja di lingkungan sekolah perlu mendapat perhatian serius agar tidak berkembang menjadi tragedi yang lebih besar. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total

30 Juli 2026 - 23:56 WIB

Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI

30 Juli 2026 - 21:17 WIB

LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang

30 Juli 2026 - 18:53 WIB

Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara

30 Juli 2026 - 15:24 WIB

Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

30 Juli 2026 - 15:01 WIB

Trending Topik News