Menu

Mode Gelap
Rencana Reaktivasi PT ARP, FPS Desak Pemprov Sumbar Selamatkan 108 Hektare Aset Daerah Fakta Remaja Korban Kekerasan Seksual di Sungai Limau “Dari Broken Home, Kemiskinan Hingga Dicabuli Tetangga” Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria Paruh Baya di Pariaman Nyaris Diamuk Massa Kualitas Udara Kota Padang Capai Level Sangat Tidak Sehat 364 Siswa dan Guru di Palupuh Agam Diduga Keracunan Usai Santap MBG Kualitas Udara Sumbar Berfluktuasi, Wilayah Timur Terpantau Lebih Buruk

News

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Padang Diminta Tak Melaut hingga 24 Juni

Redaksi Covesiabadge-check

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Padang Diminta Tak Melaut hingga 24 Juni Perbesar

Covesia.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengeluarkan imbauan keras bagi para nelayan dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melaut sementara waktu. Langkah antisipasi ini diambil menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang dirilis oleh BMKG Maritim Teluk Bayur.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menyampaikan bahwa cuaca buruk ini diprediksi akan berlangsung selama empat hari ke depan, terhitung sejak 21 hingga 24 Juni 2026.

Potensi Gelombang Tinggi dan Angin Kencang

Berdasarkan data BMKG Maritim Teluk Bayur, gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah titik perairan Sumatera Barat, meliputi, perairan Kota Padang hingga Padang Pariaman,  perairan Agam hingga Pasaman Barat, lalu perairan Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai.

Selain gelombang tinggi, angin kencang juga telah melanda Kota Padang sejak Minggu siang, bergerak dari arah Barat menuju Utara.

“Kami mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut ketika gelombang tinggi. Kondisi demikian akan sangat berisiko bagi pemilik perahu dan kapal tongkang,” tegas Hendri Zulviton, Minggu (21/6/2026).

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Padang sejak Minggu siang hingga malam hari telah memicu beberapa kejadian bencana di wilayah setempat, seperti pohon tumbang terjadi di wilayah Kecamatan Padang Selatan dan kawasan Sungai Pisang.

Lalu, tanah longsor di Kelok Jariang, Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

Material longsor menutup akses jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan.

Saat ini, personel BPBD Kota Padang telah diterjunkan ke berbagai titik lokasi bencana untuk melakukan penanganan dan evakuasi material.

“Saat ini tim masih berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi. Tim sudah menuju lokasi longsor untuk evakuasi, pengendara yang ingin menuju Pesisir Selatan diharapkan untuk menahan diri dulu hingga material longsor dapat kita atasi,” pungkas Hendri.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta terus memantau perkembangan cuaca resmi dari BMKG dan instruksi dari petugas di lapangan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Rencana Reaktivasi PT ARP, FPS Desak Pemprov Sumbar Selamatkan 108 Hektare Aset Daerah

2 September 2026 - 21:57 WIB

Fakta Remaja Korban Kekerasan Seksual di Sungai Limau “Dari Broken Home, Kemiskinan Hingga Dicabuli Tetangga”

2 September 2026 - 19:21 WIB

Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria Paruh Baya di Pariaman Nyaris Diamuk Massa

2 September 2026 - 18:31 WIB

364 Siswa dan Guru di Palupuh Agam Diduga Keracunan Usai Santap MBG

2 September 2026 - 17:24 WIB

Kualitas Udara Sumbar Berfluktuasi, Wilayah Timur Terpantau Lebih Buruk

2 September 2026 - 15:53 WIB

Trending Topik News