Covesia.co.id – Kebakaran kapal TB Simponi yang terjadi di perairan Kota Padang pada Jumat (14/8/2036) pagi menambah deretan kecelakaan laut Indonesia. Kapal ini membawa membawa 10 Anak Buah Kapal (ABK).
Kapal bertolak dari Sibolga menuju Tarahan, Lampung. Sesampai di perairan kota Padang, terjadi kebakaran di ruang mesin. Insiden ini mengakibatkan satu ABK atas nama Muhammad Jay (31) meninggal dunia akibat luka bakar.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala SAR Kota Padang, Abdul Malik.
“Ya, satu orang meninggal dunia dalam kejadian kebakaran di Kapal TB Simponi. Atas nama Muhammad Jay usia 31,” Kata Abdul Malik kepada Covesia.co.id Jumat siang.
Disampaikannya, kondisi kapal saat ini masih mengapung. Sebagian ABK masih berada di atas kapal untuk menunggu evakuasi dengan metode towing kapal.
“Yang dievakuasi hanya 4 orang. Satu korban yang meninggal dunia dan 3 ABK lain yang mendampingi korban. Sisanya 6 orang masih bertahan di kapal untuk menunggu evakuasi dengan metode towing kapal, ” Katanya.
Sebelumnya, Kantor pencarian dan pertolongan SAR Padang menerima laporan kebakaran kapal TB Simponi dari petugas VTS Teluk Bayur, pada pukul 09.17 WIB pada koordinat 0°53’09.00″S – 100°01’08.00″T. Petugas pun langsung menuju lokasi untuk melakukan pertolongan dan evakuasi.
Berdasarkan laporan perkembangan operasi SAR, kebakaran bermula sekitar pukul 08.22 WIB. Api muncul di bagian kamar mesin TB Simponi. Upaya pemadaman dilakukan hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 08.51 WIB.
Usai menerima laporan, kata Abdul Malik, Kantor SAR Padang melakukan koordinasi dengan VTS Teluk Bayur untuk berkomunikasi dengan kapal sekaligus menyiarkan informasi mengenai kejadian tersebut.
Pada pukul 09.32 WIB, RIB 02 Kantor SAR Padang diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa lima personel. Jarak garis lurus dari Dermaga RIB Muara Padang menuju lokasi diperkirakan 20,68 kilometer dengan radial 283° ke arah barat. Estimasi waktu tempuh sekitar 45 menit.
Sementara jarak dari Dermaga Bungus Padang menuju lokasi mencapai sekitar 24,62 kilometer dengan radial 291° ke arah barat laut, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Tim SAR kemudian tiba di lokasi pada pukul 10.10 WIB, tepat di koordinat tempat TB Simponi mengalami kebakaran. Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan nakhoda TB Simponi untuk menentukan langkah penanganan terhadap awak kapal.
Setelah proses evakuasi, tim tiba kembali di Dermaga Muara Padang pada pukul 11.55 WIB. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Mentawai Fast menuju Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur dari berbagai instansi. Kantor SAR Padang mengerahkan 10 orang.
Selain itu, terdapat Pol Airud Polda Sumbar lima orang, Kodaeral II Padang dua orang, Hubla Sumbar tiga orang, KSOP empat orang, VTS Teluk Bayur dua orang, KPLP Padang empat orang, Brimob Polda Sumbar dua orang, KKP Teluk Bayur dua orang, serta Mentawai Fast dua orang.
Sejumlah peralatan juga digunakan dalam operasi tersebut, antara lain RIB 02, Rescue Car, peralatan medis, peralatan evakuasi, peralatan komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan. Kecepatan angin tercatat 7 knot dari arah barat, sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1 meter.
Data 10 Awak TB Simponi
Abdul Kodir Jailani, 37 tahun, nakhoda — selamat.
Muhammad Erlangga Junior, 23 tahun, mualim 2 — selamat.
Muhammad Andika Anugrah, 32 tahun, mualim 1 — selamat.
Nawir, 32 tahun, KKM — selamat.
Leo Heru, 41 tahun, masinis 3 — selamat.
Baring Usman Daeng Salasa, 39 tahun, AB1 — selamat.
Muhsugar, 20 tahun, AB2 — selamat.
Muhammad Nasir, 68 tahun, AB3 — selamat.
Yuswar, 21 tahun, oliman — selamat.
Muhammad Jay, 31 tahun, masinis 2 — meninggal dunia. (*)










