Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Anak Beruang Kena Jerat Babi di Pasaman, BKSDA Imbau Warga Waspada Potensi Induknya Mengamuk

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Anak Beruang Kena Jerat Babi di Pasaman, BKSDA Imbau Warga Waspada Potensi Induknya Mengamuk Perbesar

Covesia.co.id – Seekor anak beruang terkena jerat babi yang dipasang masyarakat di Jorong Sungai Pandahan, Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sabtu (11/7/2026).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman berhasil mengevakuasi anak beruang dalam kondisi terluka akibat jerat tersebut.

Kepala BKSDA Pasaman, Edi Susilo mengatakan pihaknya telah mengevakuasi anak beruang tersebut ke kantornya untuk diobservasi dan mendapatkan pengobatan. Pasalnya, anak beruang ini terluka dibagian kaki.

“Benar ada anak beruang yang kena jerat dan sudah berhasil dievakuasi ke kantor kami untuk diobservasi dan mendapatkan pengobatan sekitar pukul 13.00 WIB tadi, ” Kata Edi Susilo kepada Covesia.co.id ketika dikonfirmasi Sabtu sore.

Disampaikan Edi, laporan terkait adanya anak beruang ini sudah masuk pada hari Jumat (10/7/2026) sore. Hanya saja tiang jerat tersebut patah dan anak beruang ini sudah tidak ada di lokasi saat petugas datang.

Akhirnya petugas kembali ke kantor BKSDA Pasaman, karena situasi tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian disekitar lokasi jerat karena saat itu hari sudah gelap.

“Sebenarnya laporannya sudah masuk kemarin. Tapi saat petugas datang, anak beruang ini sudah tidak ada. Karena beruang ini berhasil mematahkan tiang jerat. Kami kembali ke markas karena tidak mungkin melakukan pencarian malam hari, mengingat potensi bahaya dari induk beruang, ” Kata Edi lagi.

Keesokan harinya (Sabtu pagi-red), tim kembali ke lokasi jerat dan mendapati tali jerat ternyata masih terikat di kaki anak beruang ini. Sehingga lokasi keberadaannya bisa terdeteksi dan langsung dievakuasi.

“Tadi pagi tim kembali ke lokasi jerat dan ternyata tali jerat masih terikat dikaki anak beruang. Jadi lokasinya bisa terdeteksi dan langsung dievakuasi, ” Kata Edi.

Saat ini, anak beruang sudah berada dalam pengawasan BKSDA Pasaman untuk dilakukan pengobatan.

Namun, Edi meminta kepada seluruh warga sekitar Nagari Sundata Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, yang terjerat adalah anak beruang. Dengan begitu potensi bahaya dari induk beruang cukup besar.

“Induk beruang pasti masih berada di sekitar lokasi untuk mencari anaknya. Warga sekitar harus waspada atas potensi bahaya seperti ini, ” Kata Edi.

BKSDA Pasaman akan melepasliarkan anak beruang ini ke habitatnya setelah kondisinya sudah dipastikan sehat dan pulih. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis