Covesia.co.id – Seekor anak beruang terkena jerat babi yang dipasang masyarakat di Jorong Sungai Pandahan, Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sabtu (11/7/2026).
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman berhasil mengevakuasi anak beruang dalam kondisi terluka akibat jerat tersebut.
Kepala BKSDA Pasaman, Edi Susilo mengatakan pihaknya telah mengevakuasi anak beruang tersebut ke kantornya untuk diobservasi dan mendapatkan pengobatan. Pasalnya, anak beruang ini terluka dibagian kaki.
“Benar ada anak beruang yang kena jerat dan sudah berhasil dievakuasi ke kantor kami untuk diobservasi dan mendapatkan pengobatan sekitar pukul 13.00 WIB tadi, ” Kata Edi Susilo kepada Covesia.co.id ketika dikonfirmasi Sabtu sore.
Disampaikan Edi, laporan terkait adanya anak beruang ini sudah masuk pada hari Jumat (10/7/2026) sore. Hanya saja tiang jerat tersebut patah dan anak beruang ini sudah tidak ada di lokasi saat petugas datang.
Akhirnya petugas kembali ke kantor BKSDA Pasaman, karena situasi tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian disekitar lokasi jerat karena saat itu hari sudah gelap.
“Sebenarnya laporannya sudah masuk kemarin. Tapi saat petugas datang, anak beruang ini sudah tidak ada. Karena beruang ini berhasil mematahkan tiang jerat. Kami kembali ke markas karena tidak mungkin melakukan pencarian malam hari, mengingat potensi bahaya dari induk beruang, ” Kata Edi lagi.
Keesokan harinya (Sabtu pagi-red), tim kembali ke lokasi jerat dan mendapati tali jerat ternyata masih terikat di kaki anak beruang ini. Sehingga lokasi keberadaannya bisa terdeteksi dan langsung dievakuasi.
“Tadi pagi tim kembali ke lokasi jerat dan ternyata tali jerat masih terikat dikaki anak beruang. Jadi lokasinya bisa terdeteksi dan langsung dievakuasi, ” Kata Edi.
Saat ini, anak beruang sudah berada dalam pengawasan BKSDA Pasaman untuk dilakukan pengobatan.
Namun, Edi meminta kepada seluruh warga sekitar Nagari Sundata Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, yang terjerat adalah anak beruang. Dengan begitu potensi bahaya dari induk beruang cukup besar.
“Induk beruang pasti masih berada di sekitar lokasi untuk mencari anaknya. Warga sekitar harus waspada atas potensi bahaya seperti ini, ” Kata Edi.
BKSDA Pasaman akan melepasliarkan anak beruang ini ke habitatnya setelah kondisinya sudah dipastikan sehat dan pulih. (*)










