Covesia.co.id – Balai Pelayanan Pelindungan dan Penempatan Pekerja Mingran (BP3MI) Sumatera Barat tengah menggencarkan program SMK Go Global.
Usia produktif menjadi sasaran sosialisasi program tersebut. Targetnya tak lain mengurangi angka pengangguran di Sumatera Barat.
Jumlah kuota lowongan kerja di luar negeri yang tercatat oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di tahun 2026 ini berjumlah 40 ribu.
Walaupun kuota di Sumatera Barat hanya 500, tidak menutup kemungkinan masyarakat Sumbar bisa memperoleh kuota dari luar daerah.
Hal ini disampaikan Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi saat melakukan sosialisasi SMK Go Global di SMK Negeri 2 Padang, Selasa (29/9/2026).
“Kami tengah menggencarkan Sosialisasi Program SMK Go Global untuk usia profuktif. Terutama kepada siswa SMK, yang nanti saat lulus bisa bekerja di Luar Negeri, ” Ucap Jupriyadi kepada Covesia.co.id.
Sosialisasi ini untuk memperjelas bagaimana prosedur resmi kerja di luar negeri. Kelak Warga Negara Indonesia yang ingin menjadi pekerja Migran tidak tertipu atau salah ke jalur tak resmi (Illegal-red).
Pasalnya, banyak kasus WNI diselundupkan ke luar negeri menjadi pekerja. Akhirnya tertipu dan pekerjaan yang dijanjikan tak sesuai harapan. Malah menjadi budak dalam artian kerja paksa tanpa upah.
“Banyak kita temukan kasus-kasus WNI jadi pekerja migran illegal yang kemudian bekerja sebagai budak.
Mereka bekerja tak sesuai harapan, kemudian tidak digaji dan mendapat penganiayaan hingga berujung kematian. Ini yang selalu kami cegah, ” kata Jupriyadi.
Jika masyarakat berangkat bekerja melalui jalur resmi, aturan dan perjanjian akan dijamin oleh negara. Baik jenis pekerjaan, asuransi, upah dan fasilitas yang didapat.
Seperti halnya 40 masyarakat Sumbar yang berangkat bulan Agustus 2026 lalu ke Malaysia. Mereka bekerja pada bidang F&B dengan gaji mencapai 1.700 ringgit Malaysia atau hampir mencapai 8 juta jika di rupiahkan.
” Seperti bulan Agustus 2026 kemarin, kami dari BP3MI bekerja sama dengan Balai Diklat Padang memberangkatkan 40 masyarakat Sumbar bekerja ke Malaysia. Mereka dapat gaji sekitar Rp 8 juta dan dijamin asuransi maupun fasilitas lainnya, ” Katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Wahyudi Putra menyampaikan bagi yang akan mengikuti program SMK Go Global wajib mengikuti setiap tahapan dalam proses persiapan menuju negara penempatan agar aman dan nyaman selama bekerja.
“Untuk mengikuti program SMK Go Global ini memang wajib memenuhi persyaratan yang ada untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama di negara penempatan,” kata Wahyudi.
Ia juga menyampaikan sasaran yang ingin kita raih adalah menciptakan SDM yang kompeten, penempatan prosedural, menjamin perlindungan pekerja migran Indonesia, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Adanya program SMK Go Global ini sasaran yang ingin kita capai adalah menciptakan SDM kompeten, dengan jaminan keselamatan di negara penempatan secara prosedural serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Wahyudi.
Target nasional secara bertahap dengan kuota 500 ribu terdiri dari 300 ribu CPMI lulusan SMK dan 200 ribu CPMI dari kalangan umum.
Dimana pada tahun 2026 target secara nasional sebanyak 40 ribu. Kemudian tahun 2027 naik menjadi 140 ribu. Di tahun 2028 berjumlah 180 ribu dan tahun 2029 berjumlah 140 ribu.
Program direktif presiden ini tidak dipungut biaya apapun dengan berbagai pelatihan pada sektor unggulan seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, konstruksi, pertanian, transportasi, dan seabased.
Bagi generasi muda yang berminat mencoba peluang kerja ke luar negeri, disarankan mengikuti prosedur yang benar dengan mencari informasi melalui sumber kementerian, P2MI/BP3MI, Dinas Tenaga Kerja, atau memantau melalui website resmi BP3MI Sumatera Barat. (*)










