Menu ✖

Mode Gelap
Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar Menembus Bukit Barisan: Saat Rel Gigi Minangkabau Bersiap Bangkit Lagi Polda Sumbar Ungkap Dugaan Jaringan Penadah Motor Lintas Provinsi Pulihkan Akses Waterfront City Pariaman, Pemprov Sumbar Bangun Lagi Tanggul Batang Mangor Kualitas Udara Membaik, CFD Padang Kembali Digelar Minggu Ini Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada di Tahun 2027

News

Demo Mahasiswa di Padang Berlanjut, Minta Pemerintah Jadi Contoh Baik bagi Generasi Muda

Safira Ariel Putribadge-check

Demo Mahasiswa di Padang Berlanjut, Minta Pemerintah Jadi Contoh Baik bagi Generasi Muda Perbesar

Covesia.co.id – Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Padang, Sumatera Barat, berlanjut pada Rabu (28/10/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, mahasiswa kembali mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.

Massa mahasiswa terpantau memadati kawasan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Aksi tersebut merupakan lanjutan demonstrasi pada Selasa (27/10/2026) yang menyoroti dampak karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pada aksi hari kedua ini, tuntutan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan penanganan karhutla. Mereka juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum menjawab persoalan masyarakat.

Kritik tersebut dituangkan melalui sejumlah spanduk yang dibawa massa.

Di antaranya bertuliskan “Turunkan Prabowo-Gibran” dan “Hentikan Program MBG dan KDMP”.
Selain itu, terdapat spanduk bertuliskan

“Mana Ijazah SMA Wapres” yang menyinggung persoalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam orasinya, salah seorang perwakilan mahasiswa, Tiara, mengatakan momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menyampaikan keresahan dan aspirasi terhadap kondisi bangsa.

Menurutnya, pemerintah perlu menunjukkan tindakan nyata dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk penanganan karhutla.

Ia juga menilai pejabat negara semestinya memberikan teladan yang baik bagi generasi muda, terutama dalam menyikapi persoalan publik dan menjalankan tanggung jawab.

“Kami butuh contoh baik dari pejabat negara,” ujar Tiara dalam orasinya, Rabu (28/10/2026).

Tiara menegaskan, mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan agar aspirasi masyarakat didengar dan mendapat respons dari pemerintah.
Ia mempertanyakan kepada siapa masyarakat harus menyampaikan keluhan apabila pejabat negara tidak merespons persoalan yang mereka hadapi.

“Jika pejabat tidak menyampaikan? Kepada siapa kami mengadu,” katanya.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa kembali meminta pemerintah mengambil langkah konkret dalam menangani karhutla serta merespons berbagai kritik dan tuntutan yang mereka sampaikan.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini pun menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menegaskan peran generasi muda dalam menyampaikan aspirasi dan mengawasi kebijakan pemerintah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar

31 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pulihkan Akses Waterfront City Pariaman, Pemprov Sumbar Bangun Lagi Tanggul Batang Mangor

31 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Kualitas Udara Membaik, CFD Padang Kembali Digelar Minggu Ini

31 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada di Tahun 2027

31 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Cuaca Sumbar 31 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah, Ini Wilayahnya

31 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Trending Topik News