Covesia.co.id — Bunga langka Rafflesia Hasseltii ditemukan mekar sempurna di Jorong Calau, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Bunga tersebut diperkirakan memiliki diameter sekitar 58 sentimeter.
Koordinator Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sijunjung, Djumanto mengatakan keberadaan bunga itu pertama kali dilaporkan oleh petugas Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) pada 1 Oktober 2026. Saat laporan awal diterima, bunga tersebut masih berupa kuncup atau belum mekar.
Petugas kemudian kembali melakukan pengecekan ke lokasi pada 25 Oktober 2026. Saat pemeriksaan kedua itu, bunga telah mekar sempurna.
“Pertama kali dilaporkan petugas nagari pada 1 Oktober 2026. Saat itu bunganya masih berupa kuncup. Setelah kami cek kembali pada 25 Oktober, bunga tersebut sudah mekar sempurna dengan diameter diperkirakan sekitar 58 sentimeter,” ujar Djumanto kepada Covesia.co.id, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, penemuan tersebut menambah catatan keberadaan Rafflesia hasseltii di kawasan Kecamatan Sumpur Kudus.
Bunga langka itu telah beberapa kali ditemukan di dua nagari, yakni Nagari Sumpur Kudus dan Nagari Sumpur Kudus Selatan.
Berdasarkan pendataan yang disampaikan Djumanto, saat ini terdapat empat lokasi tumbuh Rafflesia Hasseltii di kedua nagari tersebut.
Keberadaan sejumlah lokasi tumbuh ini menjadi perhatian dalam upaya menjaga kelestarian bunga langka tersebut beserta habitatnya.
“Tahun kemarin di Nagari Sumpur Kudus. Sekarang Sumpur Kudus Selatan. Sudah 4 kali penemuan selama setahun terakhir,” kata Djumanto lagi.
Djumanto mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan area di sekitar lokasi tumbuh bunga secara berlebihan.
Sebab, Rafflesia memiliki siklus hidup yang unik dan sangat bergantung pada tumbuhan inang.
Kerusakan pada inang maupun lingkungan sekitarnya dapat mengganggu kelangsungan hidup bunga tersebut.
“Jangan membersihkan area di sekitar lokasi. Rafflesia tumbuh dengan bergantung pada inangnya. Bunga akan muncul, mekar, kemudian layu. Karena itu, inang dan lingkungan di sekitarnya perlu tetap dijaga agar siklus pertumbuhannya tidak terganggu,” katanya.
Rafflesia Hasseltii merupakan salah satu spesies bunga Rafflesia yang ditemukan di wilayah Sumatera.
Bunga ini memiliki tampilan khas dengan warna merah tua hingga merah marun, dihiasi bercak-bercak putih berukuran relatif besar dan berbentuk tidak beraturan pada bagian perigon atau struktur menyerupai kelopaknya.
Pola bercak tersebut menjadi salah satu ciri visual yang membedakannya dari sejumlah spesies Rafflesia lainnya.
Meski sama-sama dikenal sebagai bunga berukuran besar, setiap spesies memiliki karakteristik tersendiri, baik dari warna, pola bercak, ukuran, maupun wilayah persebarannya.
Berbeda dari tumbuhan berbunga pada umumnya, Rafflesia tidak memiliki batang, daun, dan akar sejati yang terlihat seperti tumbuhan biasa.
Sebagian besar siklus hidupnya berlangsung tersembunyi di dalam jaringan tumbuhan inang. Bunga baru terlihat ketika kuncup berkembang dan muncul ke permukaan.
Rafflesia Hasseltii hidup sebagai tumbuhan parasit yang bergantung pada tumbuhan merambat dari genus Tetrastigma.
Siklus pertumbuhan bunga ini berlangsung relatif lama, sedangkan masa mekarnya singkat.
Setelah kuncup berkembang dan bunga terbuka sempurna, bunga hanya bertahan selama beberapa hari sebelum mulai layu dan membusuk. Karena itu, kemunculan bunga yang mekar sempurna menjadi momen yang tidak selalu mudah ditemukan.
Djumanto berharap masyarakat turut menjaga lokasi tumbuh Rafflesia dengan tidak merusak bunga, menginjak atau memotong tumbuhan inang, maupun mengubah kondisi lingkungan di sekitarnya.
Warga yang menemukan kuncup atau bunga baru juga diharapkan melaporkannya kepada petugas nagari atau petugas konservasi agar dapat dipantau. (*)










