Menu ✖

Mode Gelap
Pasca Bentrokan Pasar Raya, Pemko Padang : Sudah Sosialisasi dan Buka Lagi Ruang Diskusi  Penertiban Berujung Bentrok di Pasar Raya Padang, Ini Alasan Pedagang Marah Penertiban PKL Pasar Raya Padang Berakhir Ricuh, 7 Anggota Pol PP Terluka  LBH Ungkap Ketidakjelasan Peruntukan Dana Bantuan Bencana Sumbar Rp4 Miliar LBH Padang: Negara Tak Mampu Tangani Bencana Padang Raih 267 Emas, KONI Sumbar Sahkan Hasil Akhir Porprov XVI 2026

News

Penertiban Berujung Bentrok di Pasar Raya Padang, Ini Alasan Pedagang Marah

Safira Ariel Putribadge-check

Penertiban Berujung Bentrok di Pasar Raya Padang, Ini Alasan Pedagang Marah Perbesar

Covesia.co.id – Penertiban di Jalan Sandang Pangan Kawasan Pasar Raya Padang pada Rabu (21/10/2026) sore berujung Bentrok. Tim gabungan Satpol PP terlibat saling lempar batu dan adu fisik dengan pedagang.

Bagi para pedagang di jalan Sandang Pangan, Bentrokan ini menjadi puncak kekecewaan mereka atas kebijakan penertiban. Ditambah lagi tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu sebelum adanya penertiban.

“Tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Mereka datang tiba-tiba dan langsung menggusur lapak kami,” Ucap Rika, pedagang Jengkol di jalan Sandang Pangan ketika ditanyai Covesia.co.id, usai bentrokan pada Rabu sore.

Selain itu, pedagang menuding bentrokan terjadi akibat provokator dari oknum Satpol PP.

“Kami marah karena mereka yang lempar batu terlebih dahulu, ” katanya.

Penertiban yang menjadi bagian upaya relokasi pedagang ke Basement Blok 2 ini sebenarnya sudah mendapatkan penolakan.

Lokasi tersebut dinilai pedagang tidak mendukung keberlangsungan usaha mereka.

“Tempat relokasi yang diberikan oleh Pemko Padang itu seperti penjara. Sempit, kecil, sesak dan tidak nyaman, ” kata Eva, pedagang Aksesoris dan make up di jalan Sandang Pangan.

Kemudian, alasan penolakan pedagang dikarenakan jumlah lapak juga tidak mampu menampung seluruh pedagang.. Ditambah. Lagi lokasi dinilai tidak aman dan rawan pencurian.

“Disana (Basement Blok 2-red), cuma ada 126 lapak. Sedangkan kami ada 169 orang yang berdagang di jalan Sandang Pangan ini,” katanya.

Atas penolakan dan bentrokan ini, Para pedagang jalan Sandang Pangan meminta Walikota Padang, Fadli Amran untuk mengevaluasi kembali rencana relokasi.
“Kebijakan ini terkesan dipaksakan. Kami minta dievaluasi. Carikan solusi yang baik untuk kami jika ingin merelokasi, ” kata Eva lagi.

Sebelumnya, bentrokan antara pedagang dan tim gabungan Satpol PP Padang terjadi pada Rabu sore. Akibat bentrokan ini, sebanyak 7 anggota Satpol PP mengalami. Luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
“Ya, ada 7 anggota kami yang terluka akibat bentrokan tadi sore, ” kata Kasat Pol PP Padang, Chandra Eka Putra ketika dikonfirmasi Covesia.co.id, Rabu malam. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pasca Bentrokan Pasar Raya, Pemko Padang : Sudah Sosialisasi dan Buka Lagi Ruang Diskusi 

21 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Penertiban PKL Pasar Raya Padang Berakhir Ricuh, 7 Anggota Pol PP Terluka 

21 Oktober 2026 - 20:05 WIB

LBH Ungkap Ketidakjelasan Peruntukan Dana Bantuan Bencana Sumbar Rp4 Miliar

21 Oktober 2026 - 15:29 WIB

LBH Padang: Negara Tak Mampu Tangani Bencana

21 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Aksi Bersih Pantai Air Manis Padang, Pedagang Diminta Terlibat Kelola Sampah

21 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Trending Topik News