Covesia.co.id – Penertiban di Jalan Sandang Pangan Kawasan Pasar Raya Padang pada Rabu (21/10/2026) sore berujung Bentrok. Tim gabungan Satpol PP terlibat saling lempar batu dan adu fisik dengan pedagang.
Bagi para pedagang di jalan Sandang Pangan, Bentrokan ini menjadi puncak kekecewaan mereka atas kebijakan penertiban. Ditambah lagi tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu sebelum adanya penertiban.
“Tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Mereka datang tiba-tiba dan langsung menggusur lapak kami,” Ucap Rika, pedagang Jengkol di jalan Sandang Pangan ketika ditanyai Covesia.co.id, usai bentrokan pada Rabu sore.
Selain itu, pedagang menuding bentrokan terjadi akibat provokator dari oknum Satpol PP.
“Kami marah karena mereka yang lempar batu terlebih dahulu, ” katanya.
Penertiban yang menjadi bagian upaya relokasi pedagang ke Basement Blok 2 ini sebenarnya sudah mendapatkan penolakan.
Lokasi tersebut dinilai pedagang tidak mendukung keberlangsungan usaha mereka.
“Tempat relokasi yang diberikan oleh Pemko Padang itu seperti penjara. Sempit, kecil, sesak dan tidak nyaman, ” kata Eva, pedagang Aksesoris dan make up di jalan Sandang Pangan.
Kemudian, alasan penolakan pedagang dikarenakan jumlah lapak juga tidak mampu menampung seluruh pedagang.. Ditambah. Lagi lokasi dinilai tidak aman dan rawan pencurian.
“Disana (Basement Blok 2-red), cuma ada 126 lapak. Sedangkan kami ada 169 orang yang berdagang di jalan Sandang Pangan ini,” katanya.
Atas penolakan dan bentrokan ini, Para pedagang jalan Sandang Pangan meminta Walikota Padang, Fadli Amran untuk mengevaluasi kembali rencana relokasi.
“Kebijakan ini terkesan dipaksakan. Kami minta dievaluasi. Carikan solusi yang baik untuk kami jika ingin merelokasi, ” kata Eva lagi.
Sebelumnya, bentrokan antara pedagang dan tim gabungan Satpol PP Padang terjadi pada Rabu sore. Akibat bentrokan ini, sebanyak 7 anggota Satpol PP mengalami. Luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
“Ya, ada 7 anggota kami yang terluka akibat bentrokan tadi sore, ” kata Kasat Pol PP Padang, Chandra Eka Putra ketika dikonfirmasi Covesia.co.id, Rabu malam. (*)









