Covesia.co.id – Berdasarkan data pemantauan IQAir pada Minggu (18/10/2026) pagi, Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) Kota Padang tercatat mencapai angka 181, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Meski demikian, kualitas udara hari ini sebenarnya sudah membaik dengan penurunan 34 poin AQI dibandingkan hari Sabtu sebelumnya.
Walaupun indeksnya menurun, tingkat konsentrasi polutannya masih terhitung tinggi. Konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 98,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Sebagai catatan, partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga rentan terhirup dan masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Sebelumnya, BMKG Minangkabau pada Sabtu (17/10/2026) memberitakan bahwa kabut asap yang menyelimuti Kota Padang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi. Arah angin yang bertiup dari tenggara membawa sebaran asap tersebut menuju wilayah Sumatera Barat.
Kondisi buruknya kualitas udara, khususnya di Kota Padang, memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah—terutama dalam hal penyampaian informasi yang cepat serta langkah perlindungan nyata bagi masyarakat.
Melalui pemantauannya, BMKG Minangkabau juga berulang kali mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap polusi, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk.
Masyarakat juga disarankan untuk selalu menggunakan masker respirator jika harus beraktivitas di luar rumah, serta menutup pintu dan jendela guna mencegah udara tercemar masuk ke dalam ruangan. (*)











