Menu ✖

Mode Gelap
Lapangan Golf Fauzi Bahar di Aia Dingin Ternyata Sempat Direncanakan di Padang Sarai Indeks Udara Padang Tembus Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Asal Kabut Asapnya Kisah di Balik Kibaran Merah Putih yang Nyaris Menyatukan Indonesia-Malaysia Membuka Akses di Ujung Negeri: Kisah Yogi dan Dilema Hukum di Mentawai BNNP Sumbar Amankan 55 Orang dalam Razia Narkoba di Padang Besok Pacu Kuda Bupati Cup Tanah Datar Dibuka, 65 Kuda Ambil Bagian

Sport

Balada Porprov Sumbar 2026: Terburu-buru, Atlet Nombok, Tapi Diklaim Lancar

Fitratul Husnabadge-check

Balada Porprov Sumbar 2026: Terburu-buru, Atlet Nombok, Tapi Diklaim Lancar Perbesar

Covesia.co.id – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat (Sumbar) 2026 yang digelar setelah delapan tahun vakum menyisakan sejumlah persoalan krusial di balik kemeriahannya. Mulai dari keterlambatan pencairan dana hibah, atlet yang terpaksa merogoh kocek pribadi, hingga dinamika penolakan dari KONI kabupaten/kota akibat persiapan yang terkesan terburu-buru.

Mantan Ketua Kontingen KONI Sumbar periode 2009-2013 sekaligus Ketua Pengawas Porprov 2026, Syahrial Bakhtiar, mengakui adanya keterlambatan pencairan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang berdampak langsung pada operasional pelatih, pengawas, hingga para atlet di lapangan.

“Dana baru turun sekitar tanggal 7–8 Oktober. Keterlambatan ini memang membuat banyak atlet terpaksa menggunakan dana pribadi terlebih dahulu. Namun, kami berjanji akan mengganti penuh uang pribadi atlet tersebut setelah anggaran cair,” ujar Syahrial saat diwawancarai Covesia.co.id, Rabu (14/10/2026).

Selain persoalan finansial dan keterlambatan pengadaan sarana seperti seragam atlet, jadwal pelaksanaan Porprov 2026 yang terkesan dipaksakan juga memicu resistensi dari sejumlah KONI daerah.

Syahrial mengungkapkan bahwa beberapa pengurus KONI kabupaten/kota sempat menyatakan enggan berpartisipasi karena minimnya waktu persiapan dibandingkan ajang-ajang sebelumnya.

“Banyak KONI daerah yang awalnya menolak ikut karena waktunya terlalu cepat dan terburu-buru. Namun, setelah dilakukan koordinasi, pembujukan, dan pendorongan lebih lanjut, akhirnya seluruh KONI daerah sepakat untuk berpartisipasi,” ungkapnya.

Kendati dihadapi berbagai keterbatasan, Syahrial mengapresiasi dedikasi para atlet yang tetap fokus bertanding memperebutkan sekitar 900 medali yang disediakan, tanpa terdistraksi oleh isu keterlambatan anggaran maupun fasilitas seragam.

Ia menambahkan, meskipun Porprov tahun ini terbilang lebih masif dengan melibatkan delapan daerah sebagai tuan rumah bersama, Syahrizal menegaskan pentingnya evaluasi total bagi panitia penyelenggara dan pengurus KONI Sumbar untuk ajang-ajang selanjutnya.

“Alhamdulillah, Porprov tahun ini akhirnya selesai. Walau diterpa banyak kendala, secara keseluruhan dapat terlaksana dengan disiplin dan lancar. Untuk ke depannya, panitia dan KONI harus menyusun dan mempersiapkan tim Sumbar dengan jauh lebih matang,” pungkas Syahrial. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Kisah Kontingen Pessel: Bertahan di Porprov XVI Sumbar di Tengah Krisis Dana

14 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Gol Menit 90+4 Jadi Petaka, Semen Padang Kalah Dramatis dari Persikad Depok

12 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Teco Resmi Nahkodai Semen Padang, Bawa Target Kembali ke Super League

8 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Dalam Sehari Sijunjung Tambah 20 Medali di Porprov Sumbar, Total Jadi 38

6 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Kalah dari PSPS Pekanbaru, Semen Padang FC Pecat Nil Maizar

5 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Trending Topik Sport