Covesia.co.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memastikan untuk tidak ikut serta dalam perhelatan olahraga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI 2026 jika jadwal tetap dipaksakan pada 2 – 14 Oktober 2026.
Keputusan tersebut telah menjadi hasil mutlak dalam Rapat Koordinasi dan Teknis (Rakortek) KONI Pessel bersama seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) pada Kamis (17/9/2026).
“Kami sudah putuskan untuk tidak ikut serta dalam Porprov jika tetap dipaksakan pada 2-14 Oktober 2026. Keputusan ini sudah mutlak dalam Rakortek kemarin, ” ucap Ketua KONI Pesisir Selatan, M Adli kepada Covesia.co.id ketika dikonfirmasi pada Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, seluruh Pengcab satu suara terkait kondisi kesiapan Pessel menghadapi Porprov. Persoalan utama bukan pada kesiapan atlet secara teknis, melainkan dukungan anggaran yang bersumber dari APBD Perubahan 2026.
Selain tidak ikutsertaan dalam Porprov 2026, KONI Pessel juga tidak bisa juga menjadi tuan rumah bagi cabor sepak takraw dan catur.
“Selain tidak akan mengirimkan kontingen, kami juga tidak siap untuk tuan rumah cabor sepak takraw dan catur, ” Kata Adli.
Ia menjelaskan, anggaran untuk mendukung keikutsertaan kontingen Pessel masih menunggu proses pencairan APBD Perubahan. Hingga kini, pihaknya belum mengetahui secara pasti jadwal pencairan anggaran tersebut.
“Dukungan anggarannya bersumber dari APBD Perubahan yang jadwal pencairannya yang sah belum bisa diketahui hingga kini,” ujarnya.
Sebelumnya, M. Adli menyebut secara teknis Pessel telah memiliki data atlet yang akan bertanding. Namun, waktu yang tersedia dinilai tidak cukup apabila persoalan administrasi dan anggaran belum dapat diselesaikan sebelum pertandingan dimulai.
Dalam Rakortek tersebut, KONI Pessel bersama Pengcab juga mengusulkan agar jadwal Porprov XVI Sumbar ditunda.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pelaksanaan pada 1–12 Desember 2026 agar daerah memiliki waktu lebih untuk menyelesaikan kebutuhan administrasi, anggaran, serta persiapan kontingen.
Keputusan Pessel tersebut muncul di tengah kepastian KONI Sumbar yang hingga saat ini masih menetapkan Porprov XVI berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyebut jadwal tersebut merupakan hasil proses koordinasi dengan pemerintah daerah dan masih menjadi acuan pelaksanaan.
Dengan kondisi tersebut, KONI Pessel berharap ada ruang koordinasi antara pemerintah provinsi, KONI Sumbar, dan kabupaten/kota terkait agar persoalan kesiapan anggaran di daerah dapat dipertimbangkan dalam penetapan jadwal Porprov.
M. Adli menegaskan, sikap Pessel bukan berarti menolak pelaksanaan Porprov.
Menurutnya, KONI dan seluruh Pengcab tetap mendukung ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, namun membutuhkan waktu yang cukup agar kontingen dapat mengikuti pertandingan sekaligus menjalankan kewajiban sebagai tuan rumah pada cabang olahraga yang ditetapkan. (*)











