Covesia.co.id – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat mengalami perubahan cukup tajam dalam beberapa jam terakhir.
Kondisi terburuk terjadi di Kota Padang pada dini hari, sebelum kualitas udara berangsur membaik memasuki pagi.
Data IQAir yang menggunakan model berbasis satelit mencatat kualitas udara Padang sempat berada pada kategori berbahaya, dengan AQI mencapai sekitar 586 dan konsentrasi PM2.5 mencapai 368,7 µg/m³.
Namun, kualitas udara kemudian menunjukkan penurunan tingkat pencemaran.
Data per jam memperlihatkan AQI Padang turun secara bertahap dari 586 pada pukul 04.00 menjadi 508 pada pukul 06.00, 469 pada pukul 07.00 dan 430 pada pukul 08.00.
Penurunan terus berlanjut seiring bertambahnya waktu. Kondisi diproyeksikan masuk kategori lebih rendah dibanding kondisi berbahaya pada siang hingga sore hari.
Perubahan serupa juga terlihat di wilayah lain Sumatera Barat.
Di Bukittinggi, data berbasis model satelit menunjukkan AQI berada di angka 157 pada sekitar pukul 04.00 dan masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut kemudian diproyeksikan turun menjadi 149 pada pukul 08.00 dan 141 pada pukul 10.00.
Sementara itu, pemantauan kualitas udara di Padang juga menunjukkan kondisi yang berbeda antara dini hari dan pagi. Pada pagi hari, kualitas udara mulai membaik dibanding kondisi ekstrem beberapa jam sebelumnya.
BMKG menyebut hasil pemantauan citra satelit pada 7 September 2026 masih mendeteksi sebaran asap di Sumatera Barat. Asap juga terpantau di sejumlah provinsi lain di Sumatera.
BMKG menjelaskan sebaran partikulat kabut asap dipantau melalui parameter Aerosol Optical Depth (AOD). Semakin tinggi nilai AOD, semakin besar potensi kabut asap tersebar di suatu wilayah.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di Sumatera Barat masih sangat dinamis. Perubahan arah dan kecepatan angin serta kondisi atmosfer dapat membuat konsentrasi polutan meningkat atau menurun dalam waktu relatif singkat.
Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan kualitas udara, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
Meski kualitas udara membaik pada pagi hingga siang hari, kondisi tersebut belum berarti kabut asap sepenuhnya hilang. Perubahan kualitas udara masih dapat terjadi kembali ketika kondisi atmosfer mendukung penumpukan polutan.










