Menu

Mode Gelap
Komplotan Curanmor Di Kota Padang Dibekuk, Polisi Ungkap Puluhan TKP Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram Indonesia Terkepung Bencana Sempat Buron, Jukir Penggelap Motor Rp18 Juta Diciduk di Bandar Purus

News

Kualitas Udara Sumbar Mulai Membaik, Padang dan Dharmasraya Masih Tidak Sehat

Safira Ariel Putribadge-check

Kualitas Udara Sumbar Mulai Membaik, Padang dan Dharmasraya Masih Tidak Sehat Perbesar

Covesia.co.id – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat mulai menunjukkan perbaikan pada Selasa (8/9/2026) pagi.

Namun, kondisi udara belum sepenuhnya bersih karena Padang dan Dharmasraya masih berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan pemantauan kualitas udara terbaru.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sehari sebelumnya kualitas udara Padang sempat mencapai level sangat tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikulat halus atau PM2.5.

Pada Senin (7/9/2026), kualitas udara Padang bahkan sempat mencapai AQI 237 atau kategori sangat tidak sehat.

Konsentrasi PM2.5 saat itu mencapai sekitar 162,2 mikrogram per meter kubik. Data Stasiun AQMS Padang Pasir juga menunjukkan ISPU PM2.5 sempat mencapai 214 dan dalam pemantauan 24 jam bahkan menyentuh angka 300.

Memasuki Selasa 8 September 2026 pagi, kondisi di Padang mulai menurun ke level yang lebih baik. Pemantauan terbaru yang dilaporkan pada Selasa pagi menunjukkan AQI Padang berada di angka 153, masih dalam kategori tidak sehat.

Artinya, udara Padang memang membaik dibanding sehari sebelumnya, tetapi belum dapat dikatakan kembali normal. Masyarakat masih berpotensi terpapar PM2.5 dalam konsentrasi yang cukup tinggi, terutama jika beraktivitas lama di luar ruangan.

Kondisi tidak sehat juga terpantau di Kabupaten Dharmasraya. Pemantauan pada Selasa pagi mencatat kualitas udara di daerah tersebut berada pada kategori tidak sehat dengan indeks mencapai 119.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara tidak hanya terjadi di Kota Padang. Sejumlah wilayah Sumatera Barat masih menghadapi pengaruh asap dan partikulat yang terbawa dari wilayah lain.

Asap Masih Terpantau Satelit

Indikasi keberadaan asap juga diperkuat pemantauan atmosfer menggunakan satelit.

BMKG melalui analisis citra satelit cuaca Himawari-9 masih menemukan sebaran asap di wilayah Sumatera.

Dalam analisis terbaru yang dipublikasikan BMKG untuk periode 8–14 September 2026, keberadaan asap masih menjadi salah satu kondisi atmosfer yang perlu diwaspadai.

Citra Himawari-9 digunakan BMKG untuk melihat kondisi atmosfer dan membantu mengidentifikasi sebaran asap.

Sementara pemantauan titik panas dilakukan menggunakan data satelit polar untuk mengetahui indikasi lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi tersebut penting karena PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat bertahan di udara dan masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca kering masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Kondisi seperti ini dapat membuat asap lebih mudah bertahan di atmosfer, terutama ketika hujan belum cukup turun untuk membantu membersihkan partikulat dari udara. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Komplotan Curanmor Di Kota Padang Dibekuk, Polisi Ungkap Puluhan TKP

14 September 2026 - 10:28 WIB

Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu

13 September 2026 - 09:55 WIB

Daftar 31 SPBU ‘ Nakal’ di Sumbar yang Disanksi Tegas Pertamina

12 September 2026 - 12:39 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat

12 September 2026 - 11:27 WIB

Tak Kuat Menanjak di Sitinjau Lauik, Pikap Hantam Truk hingga Masuk Jurang

12 September 2026 - 10:04 WIB

Trending Topik News