Covesia.co.id – Sistem digital pemantauan polusi udara interaktif IQair mencatat kualitas udara di Kota Padang mencapai level sangat tidak sehat pada Rabu (2/9/2026) pagi.
Secara real-time Air Quality Index (AQI) Kota Padang mencapai 224, dengan level status sangat tidak sehat. Hal ini menggambarkan kualitas Ibukota Sumatera Barat sangat sensitif bagi masyarakat.
Selain di Kota Padang, Kondisi serupa juga terjadi di Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat. Wilayah tersebut mencatat AQI 154 atau masuk kategori tidak sehat.
Sementara itu, sejumlah daerah lainnya berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Di antaranya Solok dengan AQI 106, Payakumbuh 109, Batusangkar 110, dan Bukittinggi 101.
Adapun wilayah yang masih berada dalam kategori sedang yakni Pariaman dengan AQI 77, Kabupaten Padang Pariaman 82, Matur, Kabupaten Agam 93, serta Tuapejat, Kepulauan Mentawai, dengan AQI 84.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan polusi udara akibat Karhutla di sejumlah wilayah di Sumatera Barat maupun wilayah provinsi tetangga.
Masyarakat di wilayah yang terdampak kabut asap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
Di sisi lain, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk tiga hari ke depan, konsentrasi aerosol PM2.5 di sebagian besar kabupaten dan kota di Sumatera Barat diprakirakan berada pada kategori baik hingga sedang. (*)











