Menu

Mode Gelap
KONI Agam Siapkan Rp3,4 Miliar untuk Hadapi Porprov XVI 2026 Aplikasi Cek Pemilih Pilwana Pasaman Barat Diluncurkan, Warga Diminta Pastikan NIK dan TPS Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar Kader Kesehatan Padang Dilatih Percepat Temuan Kasus TBC Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

News

Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar Perbesar

Covesia.co.id – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak berdampak langsung terhadap aktivitas gunung api di Sumatera Barat, meskipun berada dalam jalur tektonik yang sama.

Ahli Geologi dan Vulkanologi Sumatera Barat, Ade Edward mengatakan aktivitas erupsi pada satu gunung api tidak serta-merta memengaruhi gunung api lainnya hanya karena berada pada jalur tektonik yang sama.

“Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara tidak berdampak langsung dan tidak saling mempengaruhi dengan gunung api di Sumbar meskipun berada pada jalur tektonik yang sama,” ungkap Ade kepada Covesia.co.id, Selasa (1/9/2026).

Gunung Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB. Erupsi menghasilkan kolom abu sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Badan Geologi kemudian menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai pukul 12.30 WIB pada hari yang sama.

Peningkatan status dilakukan setelah terdeteksi peningkatan aktivitas kegempaan dan terjadi erupsi.

Ade menjelaskan, jarak antara Sinabung dan gunung api di Sumatera Barat menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas keduanya tidak saling memengaruhi secara langsung.

“Setiap gunung api juga memiliki sistem magma dan karakteristik aktivitas masing-masing,” kata Ade.

Di Sumatera Barat sendiri terdapat sejumlah gunung api aktif, di antaranya Gunung Marapi, Gunung Talang dan Gunung Tandikat.

Aktivitas Gunung Marapi masih menjadi perhatian karena berstatus Level II Waspada. Pada 30 Mei 2026, gunung tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Sebelumnya, pada 11 Juni 2026, Marapi juga mengalami erupsi dengan kolom abu sekitar 2.400 meter di atas puncak.

Sementara Gunung Talang dan Gunung Tandikat berada pada Level I atau Normal berdasarkan data status gunung api yang tersedia.

Meski erupsi Sinabung tidak memengaruhi aktivitas gunung api di Sumbar secara langsung, Ade mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Marapi tetap memperhatikan potensi bahaya yang berasal dari aktivitas gunung tersebut, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari puncak.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Marapi, terutama yang berada di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung, diminta ekstra waspada terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama saat musim hujan,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Aplikasi Cek Pemilih Pilwana Pasaman Barat Diluncurkan, Warga Diminta Pastikan NIK dan TPS

1 September 2026 - 17:14 WIB

Kader Kesehatan Padang Dilatih Percepat Temuan Kasus TBC

1 September 2026 - 16:38 WIB

Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang

1 September 2026 - 13:34 WIB

Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

1 September 2026 - 11:42 WIB

3 Mahasiswa dan 2 Pelajar Diduga Cabuli Perempuan 15 Tahun di Padang Pariaman

31 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Trending Topik News